KATASUMBAR – Polisi pangkat bintang tiga asal Agam, Komjen Pol Boy Rafli Amar tercatat sudah pensiun dari kepolisian.

Ia diketahui memasuki usia pensiun pada Sabtu (25/3) lalu. Tepat saat itu, mantan Kapolrestabes Padang itu berusia 58 tahun.

Boy yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) belum meninggalkan jabatannya.

Kendati demikian, ia mengaku sudah mendapatkan banyak tawaran untuk terjun ke dunia politik.

“Sebenarnya dalam konteks pembahasan diskusi sejumlah pimpinan partai ada,” katanya.

Terkait adanya tawaran tersebut, Boy mengaku tidak menutup diri. Sebab tawaran terjun ke politik selalu hinggap ke jenderal yang pensiun.

Termasuk, dirinya yang akan purnawirawan sebagai Komjen dalam waktu dekat.

Apalagi menurut dia, seorang purnawirawan masih bisa berkecimpung membangun bangsa dari jalur politik.

“Tentu juga sesuatu keinginan yang bagus setelah masa purna bakti, karena kan intinya kita ingin membangun bangsa dari jalur politik,” ucap dia.

Kendati begitu, Boy belum memastikan keputusannya, termasuk partai politik yang memantik minatnya.

Saat ini, kendati pensiun, dirinya ingin fokus menuntaskan masa bakti dan tugasnya sebagai Kepala BNPT.

“Tapi jujur saja untuk saya sendiri saya belum mengambil keputusan gimana, saya masih ingin fokus dulu untuk tugas yang diberikan,” pungkasnya.

Tetang Boy Rafli Amar

Komjen Boy Rafli Amar adalah perwira tinggi yang lama malang melintang dengan berbagai jabatan tinggi di kepolisian.

Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT.

Sebelum itu, Boy pernah mengemban sejumlah jabatan di Polri, seperti Wakalemdiklat Polri, Kapolrestabes Padang, Kadiv Humas Polri, Kapolda Banten hingga Kapolda Papua.

Sosok polisi yang menyandang gelar Datuak Rangkayo Basa itu merupakan polisi keturunan Minangkabau.

Boy sendiri tercatat lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965, yang artinya, tepat pada 25 Maret 2023 mendatang, umurnya genap 58 tahun.

Ia adalah cicit dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo. Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Koto Gadang, Agam.

Pada tanggal 29 November 2013, dia diangkat sebagai kepala kaum suku Koto, nagari Kotogadang, Agam, dengan gelar Datuak Rangkayo Basa.

Boy Rafli Amar diketahui menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian (AKABRI Kepolisian) dan lulus pada tahun 1988.

Saat menyelesaikan pendidikan, Boy memulai karirnya dengan pangkat Letnan Dua Polisi (Letda Polisi).

Pada tahun 1991 pangkatnya naik menjadi Letnan Satu Polisi (Lettu Polisi).

Ketika berpangkat Kolonel Polisi pada tahun 1999, dia ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.