KATASUMBAR – Pemerintah Kota Padang mengaku banyak utang kepada Badan Pusat Statistik (BPS). Tapi bukan dalam bentuk uang.

Utang yang dimaksud dalam hal ini adalah data yang disebarkan ke dalam buku tahunan.

“Kita ‘berutang’ banyak kepada BPS,” sebut Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar dalam Focus Group Discussion (FGD) publikasi Padang Dalam Angka.

Ia menjelaskan, data statis tentang Kota Padang diterbitkan BPS Kota Padang melalui buku Padang Dalam Angka.

Buku ini menurut Andree kerap menjadi bahan rujukan bagi akademisi maupun mahasiswa.

“Ribuan orang melihat PDA, terutama saat menyusun skripsi, tesis, maupun disertasi. Semua merujuk ke buku ini,” tambahnya.

Sekda berterimakasih kepada BPS yang telah menerbitkan buku Padang Dalam Angka. Buku tersebut memang bermanfaat besar bagi siapa saja.

Dalam kesempatan itu, Sekda juga berpesan kepada peserta FGD untuk memberikan data yang tepat dan jelas kepada BPS.

Sehingga nantinya data tersebut tidak keliru saat dikonsumsi publik.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Padang Alfianto menjelaskan bahwa buku Padang Dalam Angka yang dirilis pada tahun ini akan cetak lebih cepat.

Ia berharap nantinya buku yang berisi data tahun 2023 dapat dikonsumsi banyak orang sebagai rujukan.

“Kita akan rilis bukunya pada tanggal 28 Februari nanti,” jelasnya di depan peserta FGD.

Dalam kegiatan FGD itu nampak hadir Kepala Diskominfo Padang Boby Firman, perwakilan dari Polresta Padang, serta undangan lainnya.

Di tengah kegiatan juga diserahkan bingkisan bagi OPD yang mampu menjadi produsen data tercepat, serta peserta yang hadir tercepat dalam FGD itu.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.