KATASUMBAR – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) mulai ditinggalkan partai koalisi.
Hal tersebut terlihat baru-baru ini Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menyatakan dukungan ke Prabowo Subianto. Diketahui keduanya merupakan partai koalisi.
Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand) Najmuddin M Rasul Mengatas, ada beberapa faktor partai koalisi meninggalkan PDI Perjuangan dan bergabung ke Prabowo Subianto.
Pertama, lanjutnya, Ketua Umum Megawati PDI Perjuangan terlalu percaya diri dengan presidential thredsold (PT) yang dimiliki sebanyak dua puluh persen.
“Pola komunikasi elit-elit PDI Perjuangan terlalu arogan sehingga terkesan meremehkan rekan koalisinya,” ujarnya, Senin (14/8/2023).
Kemudian, Prabowo Subianto berhasil meyakinkan Partai Golkar, PAN dan PKB dengan faktor soft komunikasinya.
Najmuddin melihat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami kegalauan dari sikap parpol pendukung yang beralih untuk mendukung
“Prabowo, menurut saya ini juga indikasi pimpinan tiga parpol akan menarik kadernya di kursi kabinet. Ini berbahaya buat Jokowi,” kata dia.
“Jokowi sekarang berada dalam kegalauan di satu sisi beliau petugas PDI Perjuangan, disisi lain potensi Ganjar untuk menang tipis. Sementara itu, pasca 2024, Jokowi ada kepentingan politik yang perlu diamankan,” pungkasnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
