KATASUMBAR– Pakar Politik Universitas Andalas (Unand), Profesor Asrinaldi menilai pernyataan mundur sejumlah menteri di kabinet Presiden Joko Widodo adalah perlawanan secara moral terhadap situasi politik hari ini.
Ia mengatakan, sejumlah menteri yang menyatakan mundur tersebut adalah membuat perlawan secara moral. Karena menurutnya, hari mulai dari Presiden hingga menteri dianggap berpihak pada pemilu.
“Jadi dengan menyatakan sikap mudur mereka menunjukan bahwa pemilu harus netral atau para pejabat yang menjadi capres itu, supaya tidak konflik interes ya harus mundur gitu,” ungkap Asrinali pada Katasumbar.
Menurut Asrinaldi, sulit dirinya me ngatakan, saat dalam menjabat bai k Presiden dan para menteri mene mpatkan dirinya sebagai pejabat negara atau tidak dalam kondisi cuti kampnye.
Sehingga dengan kondisi itu, seba gian menteri memilih untuk mengu ndurkam diri. Sebab, bagi mereka meski tidak ada aturan yang meng atur harus mundur, namun secara etika dan moral dianggap tidak elok.
“Makanya dalam banyak debat ini pasangan calon 01 dan 03 terus menyuarakan etika dan moral. Demokrasi memang disandarkan pada aturan hukum. Walaupun tidak ada aturan hukum. Tapi rohnya etika dan moral ini harus dikedepankan,”jelasnya.
Lanjutnya, hal itulah sebenarnya yang ingin disampaikan oleh para menteri yang menyatakan sikap untuk mendur. Karena menurutnya, selain aturan, etika dan moral harus tetap dikedepankan.
“Ini yang dihimbau sebenarnya oleh menteri-menteri yang akan mundur itu, termasuk Mahfud MD yang secara resmi sudah menyatakan mundur, tinggal menunggu momentum untuk menyatakan mundur karena proses bernegara ada mekanismenya,”ujarnya.
Melansir, CNBC Indonesia, Kamis 25 Januari 2025, sebanyak 15 menteri di Kabinet Indonesia Maju dikabarkan siap mundur dari pemerintahan Jokowi-Maaruf Amin.
Beberapa nama yang diisukan antara lain adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, hingga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
Berikutnya adalah lima orang ada PDI Perjuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Suharso Monoarfa.
Dua menteri PKB dan seorang menteri Nasdem yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar juga berada dalam daftar.
Nama lainnya, juga ada Menteri ESDM Arifin Tasri serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.
Isu ini pada mulanya digulirkan oleh ekonom senior Faisal Basri beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan para menteri tengah menunggu momentum pas untuk mengundurkan diri.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

