KATASUMBAR – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menetapkan Sandiaga Uno sebagai Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Ganjar Pranowo.
Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) untuk menghadapi Pemilu 2024 di di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (16/6/2023).
Selain Bacawapres, Sandiaga Uno ditetapkan sebagai Ketua Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PPP.
Selanjutnya, hasil Rapimnas tersebut diusulkan ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Andalas (Unand) Najmuddin M Rasul menyampaikan, ia melihat langkah PPP untuk menetapkan Sandi sebagai Ketua Bappilu sebagai Bacawapres melalui proses Rapimnas tersebut sebagai langkah konstitusional.
Artinya sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD ART) PPP.
Setelah mengamati hasil Rapimnas PPP tersebut, Najmuddin menyebutkan ada dua hal penting yang memantiknya untuk berkomentar.
“Pertama, berkaitan dengan ungkapan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono bahwa ia akan melaporkan hasil Rapimnas kepada Presiden Joko
Widodo (Jokowi). Mardiono menyebut hal itu lantaran PPP merupakan partai koalisi pemerintah,” katanya, Minggu (18/6/2023).
Kendati demikian, lanjutnya, meski dilaporkan ke Jokowi, Mardiono mengatakan Jokowi tidak mencampuri urusan internal PPP. Pelaporan itu, kata Mardiono, dilakukan dengan status Jokowi sebagai pemimpin koalisi.
Menurutnya, keputusan Rapimnas PPP tersebut semakin memperjelas bahwa
Mardiono adalah seseorang yang dititipkan Jokowi untuk
menguasai PPP.
“Kita tahu bahwa Mardiono adalah orang lingkaran istana. Langkah ini juga menunjukkan betapa lemahnya PPP, karena sangat tergantung dengan Jokowi. Kedua, Bagi PDI Perjuangan semakin banyak partai koalisi yang
mengusulkan nama sebagai Bacawapres itu lebih baik,” kata dia.
Hal tersebut membuktikan, semakin membuka raung berfikir bagi Megawati dalam menetapkan nama Bacawapres .
“Namun menurut saya, Mega agak keberatan untuk mengusung Sandi sebagai Bacawapres Ganjar, karena PDI Perjuangan membutuhkan seorang tokoh yang memiliki akar rumput di partai maupun di Ormas, seperti Nahdhatul Ulama (NU),” ujarnya.
Sementara Ganjar kurang disukai
oleh kelompok NU, karena Ganjar kurang memiliki prestasi dalam memimpin Jawa Tangah.
Angka Kemiskinan relative
tinggi, pengangguran juga, banjir yang tak kunjung teratasi. Disamping itu Ganjar terang-terangan suka menonton film porno.
“Sebab itu, Mega tentu mencari figur yang bisa menutupi kelemahan Ganjar ini. Ini yang membuat Mega akan
keberatan menerima PPP dengan Sandi sebagai Bacawapres,” katanya.
“Saya sebetulnya berharap PPP tetap berada dalam koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dengan tetap istiqamahnya PPP dalam KIB, ini bisa menciptakan citra positif PPP di kalangan konstituennya dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


