KATASUMBAR – dr.Deddy Herman, Dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSAM Bukittinggi mengeluhkan soal kecilnya uang jasa medis yang diterima selama tiga tahun pandemi.
Menurutnya, besaran honor yang diterimanya dari manajemen RSAM jauh lebih kecil ketimbang daerah lain.
Padahal kata Deddy, selama pandemi, terutama di 2020, jumlah pasien Covid-19 di RSAM lebih dari 900 dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Sumbar.
“Selama tiga tahun ini saya terima hanya Rp 250 juta. Padahal di daerah lain nominalnya bisa Rp 100 sampai 200 juta perbulan,” kata Deddy, Kamis 26 Januari 2023.
Dia mengatakan selama ini pihaknya masih menunggu kejelasan dari RSAM soal pembayaran uang jasa yang disebut tidak sesuai dengan sulitnya pekerjaan.
“Pembayaran ini, mohon maaf tidak sesuai dengan pekerjaan beresiko menantang maut,” kata dia.
Deddy menuntut manajemen RSAM untuk transparan terkait hal ini karena ada hak para tenaga medis yang diabaikan.
“Ini bukan soal materi, tapi ada hak yang terabaikan dan bukan saya sendiri, ada sejumlah dokter maupun tenaga medis rumah sakit saya (RSAM) yang mengalaminya,”jelas dia.
Deddy mengatakan jumlah pembayaran ini di luar aturan kemenkes, sementara uang penanganan Covid-19 di RSAM mencapai puluhan miliar rupiah.
Dia menegaskan sudah membicarakan masalah ini bahkan hingga ke tingkat IDI Pusat.
Sementara, Kabag Umum RSAM Indra Sonny menjelaskan jika pembayaran uang jasa ini sudah sesuai aturan kemenkes hingga regulasi ke tingkat internal RSAM.
“Meski demikian, secara resminya jawaban kami akan disampaikan pimpinan pada Senin besok,” kata Sonny saat dikonfirmasi Jum’at 27 Januari 2023.
Deddy Herman merupakan salah satu garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Bukittinggi.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


