KATASUMBAR – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas megajak pengurus masjid dan masyarakat untuk menjaga masjid dari politisasi.
“Jaga masjid-masjid kita dari politisasi dan intoleransi, terlebih kita akan menyongsong tahun politik 2023-2024,
Masjid, kata Menag, adalah episentrum pembinaan umat Islam. Sejarah Islam menginformasikan hal itu.
Ia menjelskan, pada zaman Rasulullah, fungsi-fungsi masjid sangat beragam dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid saat itu berfungsi juga sebagai kantor pengadilan (pidana dan perdata), balai pertemuan untuk acara pernikahan, akikah, dan kematian.
Bahkan, masjid juga jadi tempat pertemuan lintas agama.
“Diriwayatkan, Rasulullah pernah menerima 60 tokoh lintas agama dan berkumpul di masjid,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Menag, menara masjid zaman itu tidak hanya berguna untuk mengumandangkan azan saja.
Tapi juga untuk melihat rumah-rumah penduduk yang tidak berasap dapurnya.
Asap dapur penanda adanya kegiatan masak memasak dalam rumah (indikator ekonomi).
Menurut Menag, belakangan ini fungsi-fungsi itu sedikit memudar atau bahkan bergeser ke arah tidak tepat.
“Masjid hanya dipandang tempat salat. Ada juga penggeseran multifungsinya, lalu masjid menjadi ruang politisasi dan arena perkecambahan paham intoleran dan ekstrim,” kata Gus Men, panggilan akrabnya.
Untuk fenomena-fenomena aktual itu Menag mendorong untuk kembali merajut semua potensi untuk memperkuat dan memberdayakan masjid-masjid.
“Masjid harus lebih profesional dikelola, cara pandang seluruh ekosistemnya moderat dan harus berdaya. Untuk itu kita perlu merevitalisasi BKM dan peran-peran strategisnya,” tandasnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


