KATASUMBAR – Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 menangkap 16 orang jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di dua Kabupaten di Sumbar.
Penangkapan ini berlangsung beberapa waktu silam. Sebanyak 16 pengikut NII di Sumbar ini bahkan disebut sebagai penganut ideologi NII Kartosuwiryo.
Densus menilai, sebanyak 16 orang itu memiliki dokumen yang berkaitan dengan ideologi tersebut.
Dalam dokumen itu, Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengatakan bahwa mereka ingin menggulingkan pemerintah sebelum Pemilu 2024.
Misi ini, menurut Aswin senada dengan ideologi NII yang dikembangkan oleh kelompok Kartosuwiryo.
Ideologi itu berkaitan dengan penggantian ideologi Pancasila menjadi Khilafah, syariat Islam dan hukum Islam.
“Bukti yang ditemukan berupa dokumen dan mirip dengan ideologi NII Kartosuwiryo yang ingin mengganti ideologi Pancasila,” paparnya.
Rencana penggulingan ini, ungkap Aswin bakal dilancarkan jaringan NII Sumbar lewat aksi teror.
Adapun ancaman yang bakal dilancarkan menggunakan senjata tajam berupa golok. Barang bukti ini pun ditemukan pada seorang tersangka.
“Di antara sekian rencana tersebut, terdapat juga potensi ancaman berupa serangan teror.
Bagaimanakah sebenarnya NII Kartosuwiryo? Berikut penjelasannya:
Kelahiran Kartosuwiryo
Organisasi Negara Islam Indonesia (NII) didirikan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tahun 1949.
Gerakan NII sendiri dimulai dengan gerakan Darul Islam untuk melawan pemerintah Indonesia dari tahun 1949 hingga tahun 1962.
Darul Islam sendiri bertujuan ingin mengubah haluan ideologi Pancasila menjadi syariat Islam.
Gerakan tersebut dipelopori oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang lahir pada 7 Januari 1905.
Holk H. Dengel dalam buku Darul Islam dan S.M. Kartosoewirjo menulis, Kartosuwiryo pertama kali belajar syariat Islam dari seorang tokoh Islam Modern Muhammadiyah.
Tokoh itu bernama Notodiharjo. Ia menanamkan pemikiran Islam modern ke dalam alam pemikiran Kartosoewirjo.
Pemikiran Notodiharjo ini sangat memengaruhi sikap Kartosoewirjo dalam meresponi ajaran-ajaran Islam.
Usai menyelesaikan studinya di ELS tahun 1923, bergabung dengan organisasi Syarikat Islam yang dipimpin oleh H. O. S. Tjokroaminoto.
Ia sempat tinggal di rumah Tjokroaminoto. Ia menjadi murid sekaligus sekretaris pribadi H. O. S. Tjokroaminoto.
Tjokroaminoto sangat memengaruhi perkembangan pemikiran dan aksi politik Kartosoewirjo.
Ketertarikan Kartosoewirjo untuk mempelajari dunia politik semakin dirangsang oleh pamannya.
Pemikiran pamannya pun semakin memengaruhinya untuk semakin mendalami ilmu politik.
Dari sanalah Kartosoewirjo tumbuh sebagai orang yang memiliki integritas keIslaman yang kuat dan kesadaran politik yang tinggi.
PTahun 1927, Kartosoewirjo dikeluarkan dari Nederlands Indische Artsen School karena ia dianggap menjadi aktivis politik serta memiliki buku sosialis dan komunis.
Al Chaidar dalam buku Pemikiran Politik Proklamator Negara Islam Indonesia S.M. Kartosoewirjo menulis karirnya sempat melejit.
Karirnya melejit saat ia menjadi sekretaris jenderal Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).
PSII merupakan kelanjutan dari Sarekat Islam. Kartosoewirjo kemudian bercita-cita untuk mendirikan negara Islam (Daulah Islamiyah).
Di PSII ia menemukan jodohnya. Ia menikah dengan Umi Kalsum, anak seorang tokoh PSII di Malangbong.
Ia kemudian keluar dari PSII dan mendirikan Komite Pembela Kebenaran Partai Sarekat Islam Indonesia (KPKPSII).
Darisanalah kemudian gerakan NII menjamur hingga menjadi gerakan resmi pada 7 Agustus 1949.
Tercatat beberapa daerah menyatakan menjadi bagian dari NII terutama Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh.
Pemerintah Indonesia kemudian bereaksi dengan menjalankan operasi untuk menangkap Kartosoewirjo.
Gerilya NII melawan pemerintah berlangsung lama.
Pemberontakan Kartosoewirjo berakhir ketika aparat keamanan menangkapnya.
Ia ditangkap melalui perburuan panjang di wilayah Gunung Rakutak di Jawa Barat pada 4 Juni 1962.
Pemerintah Indonesia kemudian menghukum mati Kartosoewirjo pada 5 September 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


