KATASUMBAR – Kondisi pengungsi korban gempa Pasaman di kawasan Timbo Abu, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat mulai memprihatinkan.

Sebanyak 312 orang warga yang berasal dari Kampung Translok, Jorong Timbo Abu hidup di tenda yang dibangun swadaya pasca gempa, Jumat (25/2) kemarin.

Hal ini diketahui dari penelusuran jurnalis Klikpositif-grup Katasumbar, Irfan Pasaribu ke Timbo Abu.

Bahkan, saat diwawancara, Irfan mengaku warga menangis menceritakan kondisi mereka.

Selama di lokasi, Irfan melaporkan pengungsi hidup dalam satu tenda berukuran 5×20 meter dengan posisi bersempit-sempitan.

Rata-rata, warga yang menghuni tenda tersebut adalah perempuan dan anak-anak.

“Sebab 80 persen warga kami adalah anak-anak. Ada pula ibu menyusui, jadi mereka lebih prioritas,” kata salah satu tokoh pengungsi, Rico.

Selama lebih 24 jam menempati tenda pengungsian, ratusan warga kampung Translok telat mendapatkan bantuan.

“Semalam kami baru makan sudah malam. Itu pun bantuan kami dapatkan dari hasil mencegat angkutan bantuan PT Semen Padang,” ungkap dia.

Kondisi ini diperburuk dengan hujan deras yang mengguyur daerah itu pada Jumat malam WIB.

Warga, ungkap Rico tidak bisa istirahat lantaran dingin dan adanya potensi gempa susulan yang menghantui warga.

“Kami yang laki-laki bisa dikatakan tidak tidur karena memang tempat nya tak ada,” tuturnya.

“Bisa dibilang tadi malam kami tidur dalam keadaan hujan, air mata kami sudah menyatu dengan air hujan,” imbuhnya.

Timbo Abu, sebut Rico adalah pusat rentetan gempa yang mengguncang Pasaman dan Pasaman Barat.

Ratusan rumah warga jenis permanen rata-rata rusak parah, sehingga tidak bisa lagi ditempati.

“Pokok nya rumah permanen yang ada disini tak bisa digunakan lagi,” kata Rico.

Bahkan, guncangan gempa membuat seorang warganya trauma. Warga itu adalah Aris (19).

“Kini dia sakit, lemah kondisinya. Namun tidak ada yang melihat, tidak ada yang mengurusi. Semua kami susah,” sebut Rico.

Warga pengungsian Timbo Abu membutuhkan makanan, tenda yang layak, obat-obatan, air minum dan dapur umum.

Sebab, dengan persediaan yang ada saat ini, mereka hanya bisa makan hingga esok pagi.

“Stok beras yang ada hanya sampai pagi besok, itu pun bantuan yang diberikan oleh relawan kemanusiaan,” tukasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.