KATASUMBAR – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) LuBaRiTa berkunjung ke PT Semen Padang untuk memaparkan Master Plan Pengembangan Kawasan Wisata Lubuk Sarik–Baringin–Tarantang periode 2026–2031 yang mengintegrasikan pengembangan wisata alam, konservasi lingkungan, olahraga arung jeram, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kamis (16/7/2026).

Dalam paparannya, Pokdarwis LuBaRiTa memperkenalkan profil organisasi sekaligus menayangkan video berdurasi sekitar tiga menit yang menampilkan bentang alam dan berbagai potensi wisata di kawasan Lubuk Sarik, Baringin, dan Tarantang, termasuk mempresentasikan Master Plan Pengembangan Kawasan Wisata LuBaRiTa 2026–2031 yang dilengkapi dengan desain tiga dimensi.

Tidak hanya itu, sejumlah program yang dirancang meliputi konservasi sungai, penyelenggaraan festival budaya, pengembangan wisata minat khusus, pembinaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), edukasi lingkungan, serta pengembangan olahraga arung jeram.

Ketua Pokdarwis LuBaRiTa, Ruslim Jambak mengatakan bahwa kunjungan ke perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini dapat menjadi langkah awal kolaborasi agar potensi wisata LuBaRiTa yang berada di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dapat dikembangkan secara terencana dan berkelanjutan.

Menurut Ruslim, konsep yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada pembentukan sebuah destinasi wisata, tetapi juga pembangunan kawasan secara menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. “Kami tidak hanya menawarkan sebuah destinasi wisata, tetapi konsep pembangunan kawasan yang mengintegrasikan konservasi sungai, pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, olahraga arung jeram, serta pelestarian budaya lokal,” katanya.

Melalui sinergi dengan PT Semen Padang, kata Ruslim melanjutkan, LuBaRiTa diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Padang. Pengembangan tersebut tidak hanya ditargetkan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha dan menambah pendapatan masyarakat setempat.

“Kami berharap LuBaRiTa dapat tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ruslim menjelaskan, Master Plan 2026–2031 disusun sebagai pedoman pengembangan kawasan secara bertahap. Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada penyediaan infrastruktur dasar dan penataan kawasan. Tahapan berikutnya mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan Pokdarwis, promosi destinasi, pembinaan UMKM, serta pengembangan atraksi wisata yang menarik dan berkelanjutan.

“Penyusunan rencana jangka menengah ini diharapkan dapat menyatukan arah pembangunan, sehingga setiap program yang dijalankan tidak bersifat parsial. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan sarana wisata, kegiatan konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara beriringan,” ujarnya.

Pokdarwis LuBaRiTa, sebut Ruslim, sangat menyadari bahwa pengembangan destinasi wisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Kami optimistis kolaborasi lintas pemangku kepentingan dapat menjadikan Lubuk Sarik, Baringin, dan Tarantang sebagai kawasan wisata alam berbasis masyarakat yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dengan potensi sungai, bentang alam, budaya lokal, serta keterlibatan masyarakat, kawasan LuBaRiTa akan mampu berkembang menjadi ikon baru pariwisata di Lubuk Kilangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengapresiasi inisiatif Pokdarwis LuBaRiTa yang telah menyusun konsep pengembangan kawasan wisata secara komprehensif. Menurutnya, kesiapan dokumen perencanaan menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan pengembangan destinasi wisata yang terarah, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami mengapresiasi semangat dan kesiapan Pokdarwis LuBaRiTa dalam menyusun konsep pengembangan kawasan wisata yang terencana. Apalagi, kawasan LuBaRiTa yang merupakan akronim dari Lubuk Sarik, Baringin dan Tarantang ini, merupakan bagian dari lingkungan perusahaan,” kata Idris.

Ia menyampaikan bahwa PT Semen Padang pada prinsipnya mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan, khususnya di wilayah sekitar perusahaan. Meski demikian, setiap usulan kerja sama yang disampaikan tetap perlu dipelajari dan disesuaikan dengan mekanisme serta program perusahaan. “Usulan yang disampaikan akan kami pelajari lebih lanjut sesuai dengan mekanisme dan program perusahaan,” ujarnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.