KATASUMBAR – Kejadian menghebohkan menimpa Syafrizal (57), warga asal Jorong Pauah, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Agam. Syafrizal hilang seharian di hutan.
Syafrizal adalah seorang peladang dan kebetulannya hobi menjerat burung. Ia hilang sejak Rabu 24 Agustus 2022 dan ditemukan keesokan harinya.
Awalnya, pada Rabu pagi itu ia pamit dari rumahnya dengan tujuan berladang di daerah Sungai Dareh, sekaligus memikat burung. Bekal yang dibawa hanya makan siang maupun rokok.
Ladangnya ini memang berada di kawasan hutan lebat antara Kecamatan Kamang Magek dan Palupuah.
Dalam waktu normal, kedua wilayah ini bisa ditempuh dengan jalan kaki dengan jarak 2 jam perjalanan.
Setelah berladang, dia lanjut memikat burung dengan masuk lebih jauh ke dalam hutan.
“Sampai pukul 13.00 WIB siang, saya sudah dapat 5 ekor burung. Kemudian hujan turun sehingga saya berniat pulang,” jelasnya, Jum’at 26 Agustus 2022.
Dia pun memutuskan pulang, namun anehnya ia tak berhasil menemukan jalan ke luar. Bahkan ia masuk kian jauh ke dalam hutan.
Syafrizal tak putus asa, ditengah guyuran hujan ia tetap berjalan, namun jalan yang ditemuinya buntu. Dia sempat menemukan sebuah jalan. Diikutinya, tapi jalan tersebut malah tertutup longsoran.
“Saya heran, kenapa saya bisa sampai ke sini. Karena mulai hilang akal, saya putuskan mengikuti aliran sungai,” ungkapnya.
Sungai tersebut topograsinya berada di sebuah lembah yang di kiri dan kanannya adalah ngarai terjal.
Demi menyusurinya, pria ini mesti merangkak, memanjat hingga masuk mengarungi sungai dan bertemu sejumlah air terjun.
Syafrizal Tersesat Jauh ke Dalam Hutan
Setelah melihat jamnya menunjukkan pukul 17.00 WIB, Syafrizal memutuskan beristirahat. Hari pun kian gelap dan ia sadar telah tersesat kian jauh ke dalam hutan.
“Saya mulai takut terlebih lagi karena kehilangan sabit, bagaimana saya bisa bertahan jika diserang hewan buas?untungnya itu tidak terjadi,” jelasnya.
Kelelahan, Syafrizal memutuskan berlindung di balik bebatuan sungai. Sementara hujan terus turun.
Syafrizal hanya menggunakan pakaian seadanya ditambah mantel plastik, mesti bertahan semalaman di tengah ganasnya rimba.
“Saya terus mengaji, pertolongan (tuhan) datang. Malam terasa sebentar saja. Saya pikir terang bulan, pas saya cek, jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB,” kata dia.
Setelah itu, Syafrizal terus mengikuti sungai hingga menemukan jalan dan berhasil tiba di perkampungan terdekat, di Nagari Pasia Laweh pada pukul 08.00 WIB, Kamis 25 Agustus 2022.
Sementara, di kampungnya sendiri, aparat maupun warga melakukan pencarian karena Syafrizal tak kunjung pulang sejak pergi berladang.
Syafrizal akhirnya pulang dalam kondisi selamat dan membawa pengalaman tak terlupakan.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

