KATASUMBAR – Semen Padang FC berhasil menekuk Dewa United dengan skor 2-0, pada laga pekan kedua BRI Super League di Stadion H Agus Salim, Padang.
Menang di hadapan pendukung sendiri, kemenangan yang diraih skuad Kabau Sirah menjadi momen balas dendam yang manis atas Dewa United.
Sebab pada musim lalu, Dewa United mempermalukan Semen Padang FC dengan skor 1-8. Hasil tersebut menjadi yang terburuk sepanjang sejarah klub.
Namun pada musim ini, laga melawan Dewa menjadi sesuatu yang berbeda. Sebab Semen Padang FC mampu tampil lebih positif, dan membuat tim asuhan Jan Olde Riekerink kesulitan.
“Pertandingan yang berbeda dari musim lalu, musim lalu kita kuda hitam dan Padang memberi kita banyak ruang, dan hari ini berbeda,” kata pelatih Dewa United, Jan Olde.
Menurut dia, permainan Bruno Gomes dkk musim ini lebih teroganisir, khususnya di sepertiga akhir. Ia menilai, strategi yang disiapkan pelatih Eduaro Almeida membuat timnya tidak bisa berkreasi di depan gawang Arthur Augusto da Silva.
“Mereka lebih terorganisir, spesialnya di sepertiga akhir dan mereka bertahan dengan baik.”
“Kita punya pemain yang bisa berkreasi tapi mereka tidak memberi kita peluang. Seringnya pemain bisa menciptakan sesuatu, tapi bukan hari ini,” sebut Jan.
Di sisi lain, pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida menyebut kemenangan atas Dewa United adalah hasil kerja keras tim.
Ia mengakui, selama pertandingan berlangsung, tim asuhannya memiliki kualitas yang sangat bagus saat memegang bola.
“Kita punya kualitas denmgan bola hari ini. Selamat untuk pemain, staf dan semuanya karena telah berjuang, dan juga untuk tim lawan telah bermain bagus, serta wasit yang telah memimpin dengan baik,” kata Almeida.
Secara strategi, pelatih asal Portugal itu menyebut, pihaknya memang menyiapkan strategi yang lebih responsif dengan permainan Dewa United.
Bagi dia, Dewa merupakan tim yang cenderung bermain dengan penguasaan bola. Saat kehilangan bola, Egy Maulana dkk akan berusaha akan merebutnya kembali dari lawan.
Dengan kondisi demikian, Almeidaa mengaku dirinya secara khusus menekankan kepada pemain untuk lebih ngotot dengan bola, agar bisa menahan gempuran tim asal Banten tersebut.
“Kita sudah tahu, Dewa tidak suka bertahan dan bermain tanpa bola, makanya kita tekankan pada pemain untuk lebih menguasai bola, dan itulah kekurangan mereka saat melawan Malut,” jelasnya.
Selain itu, ia juga membeberkan, skuad Kabau Sirah hari ini juga disiapkan untuk bermain dengan garis pertahanan tinggi.
Langkah demikian diambil agar pemain Dewa United tidak mudah menusuk ke lini bertahannya Kabau Sirah, khususnya dekat kotak penalti.
“Kita tahu Dewa memiliki kekuatan di dekat kotak penalti, makanya tim kita dorong untuk menjauh dari kotak penalti.”
“Tapi inilah organisasi yang kita siapkan untuk melawan Dewa, dan untuk tim lain akan berbeda lagi,” tukas Almeida.
Berkat kemenangan atas Dewa United, Semen Padang FC saat ini sementara bercokol di posisi ke 8 klasemen sementara, dan terpaut 3 poin dari Malut United yang menempati posisi teratas di tangga klasemen.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

