KATASUMBAR – Bertepatan Hari Pahlawan 51 tahun yang lalu, tepatnya 10 November 1971, terjadi kecelakaan pesawat di Sumbar.
Kecelakaan pesawat di Sumbar pada tahun 1971 ini merupakan kecelakaan terburuk di dunia penerbangan Indonesia pada saat itu.
Dari berbagai sumbar yang dirangkum, pesawat yang mengalami kecelakaan ini adalah pesawat Merpati Nusantara Airlines.
Pesawat ini jatuh di kawasan Samudera Hindia dekat perairan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar dan menyebabkan semua yang ada dalam pesawat itu meninggal dunia.
Jenis pesawat itu adalah jenis Vickers Viccount dengan registrasi PK-MVS.
Pesawat ini mengangkut 69 orang, dengan rincian 7 awak dan sisanya 62 orang merupakan penumpang.
Dari 69 penumpang itu, 66 di antaranya warga Indonesia, 2 warga Jerman, serta 1 warga Britania Raya.
Salah seorang warga Jerman itu adalah seorang dokter, sementara satu warga Britania Raya merupakan istri dokter itu, yang bekerja di Indonesia.
Untuk warga lokal yang jadi korban, salah seorang di antaranya adalah Huriah Adam, yang merupakan seniman asal Kota Padang Panjang.
Salah satu karya pahatan Huriah Adam adalah Tugu Pahlawan Tak Dikenal yang terletak di Kota Bukittinggi, Sumbar.
Huriah Adam juga merupakan seorang koreaografer yang menciptakan Tari Piring, Tari Gelombang dan Tari Pasambahan.
Selain Huriah Adam, anak Azwar Anas, serta Rektor IAIN Imam Bonjol Padang juga ikut menjadi korban kecelakaan pesawat di Sumbar ini.
Kronologis Kecelakaan Pesawat di Sumbar
Pesawat Merpati ini terbang dari Bandara Kemayoran Jakarta menuju Bandara Padang yang waktu itu berlokasi di kawasan Tabing Padang.
Lima menit sebelum tiba di Padang, pengatur lalu lintas udara kehilangan kontak radio dengan pesawat ini.
Pengontrol di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra, waktu itu melaporkan bahwa pesawat tersebut menyatakan tanda bahaya dari pesawat.
Awak pesawat melaporkan tidak dapat melihat daratan karena cuaca yang buruk dan jarak pandang yang pendek.
Pesawat ini kemudian jatuh di Samudra Hindia di dekat kawasan Pesisir Selatan, Sumbar.
Tiga hari setelah kecelakaan potongan dari reruntuhan ditemukan mengambang 75 mil dari lepas pantai Sumatra, Indonesia.
Nelayan menemukan kursi dari pesawat ini di antara Beringin dan kepulauan Katang-Katang. Angkatan Laut Indonesia juga menemukan pakaian dan jaket keselamatan pesawat ini.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

