KATASUMBAR – Pengamat Transportasi dari Universitas Bung Hatta, Fidel Miro meminta dinas perhubungan memperketat uji kelayakan kendaraan angkutan barang terutama truk.

Menurut Fidel, salah satu penyebab seringnya kecelakaan beruntun di Sumbar yang disebabkan karena kendaraan tak layak jalan.

“Seperti kejadian tadi malam di Panyalaian, saya baca penyebabnya karena rem blong. Berarti kendaraan ini tak layak jalan,” ungkapnya.

Dia mengatakan pengetatan uji kendaraan merupakan salah satu solusi untuk mencegah peristiwa ini kembali terjadi.

“Jadi pengujian itu penting dan pihak berwenang mestinya memperketat soal pengujian ini,” jelas Fidel Miro, Jum’at 27 Januari 2023.

Menurut dia, selama ini sebenarnya sudah ada aturan terkait itu, hanya saja belum terlaksana dengan sempurna khususnya bagi bus atau truk.

Tak hanya ke instansi terkait, Fidel Miro juga meminta kepada pengelola truk atau bus, agar lebih memperhatikan kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan sehingga kejadian seperti ini tak terjadi.

“Jangan sampai truk tidak layak dipaksakan berjalan, harus di cek betul kondisinya,” kata Fidel.

Selain itu, Fidel juga menyoroti topografi wilayah di Sumbar yang banyak tanjakan sehingga berpotensi pula menyebabkan kecelakaan.

Pada Kamis 26 Januari 2023, terjadi kecelakaan karena dipicu rem blong di Jalan Raya Bukittinggi-Padang.

Truk sarat muatan itu menabrak delapan kendaraan yang mengakibatkan tiga tewas dan sembilan lainnya luka termasuk sopir truk.

Khusus di Jalan Raya Bukittinggi-Padang Panjang, terutama di wilayah hukum Polres Padang Panjang, kecelakaan seperti ini sudah sering terjadi.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.