KATASUMBAR – Kasus perundungan yang menimpa seorang pelajar SD di Pariaman, yang sempat heboh di media sosial ternyata salah.

Kejadian seperti yang disampaikan oleh akun Facebook Azwar Anas Aspila, ternyata faktanya tidak demikian.

Katasumbar mendapatkan informasi lebih rinci dari Ketua Rumah Perlindungan Sosial Anak (RSPA) Pariaman, Teta Sabar, yang menemui langsung keluarga pelajar yang disebut menjadi korban perundungan tersebut.

Teta mengatakan, korban yang disebutkan dipaksa meminum air kencing dari pelaku bukanlah kejadian yang sebenarnya.

“Bukan air kencing, tapi minuman jajanan pelajar, dan kejadian itu terjadi saat keduanya sedang saling bercanda.”

“Korban yang disebut ditelanjangi itu juga tidak benar. Saya sudah bertemu dengan orang tua korban,” katanya pada Katasumbar.

Teta menjelaskan, kedua anak yang disebutkan dalam informasi viral itu sebagai korban dan pelaku itu hidup bertetangga.

“Keduanya akrab, dan selalu pulang dan pergi sekolah bersama karena tetangga,” beber Teta.

“Kejadian ini sudah sebulan yang lalu, dan saya pastikan informasi yang beredar itu tidak benar,” imbuhnya.

Lantas dengan kehebohan yang terjadi, Teta mengungkapkan, pihak sekolah pun turun tangan.

Pihak sekolah, katanya, memediasi pembuatan surat pernyataan antara orang tua kedua anak, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Proses ini juga diketahui dari Pemko Pariaman, dan orang tua kedua anak sudah bikin surat pernyataan,” tukas Teta.

Redaksi Katasumbar meminta maaf atas informasi yang diterbitkan sebelumnya.

Dengan demikian, kami terpaksa menarik kembali informasi tersebut, untuk menghindari penyesatan informasi.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.