KATASUMBAR- Jurnalis Lingkungan Hidup (Rescue Lingkungan Hidup) akan menggelar aksi penanaman mangrove dan pelepasan tukik (anak penyu) dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan dipusatkan di kawasan Konservasi Penyu Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.
Ketua pelaksana, Soni mengatakan, kegiatan tersebut merupakan dukungan terhadap Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli.
Menurutnya, peringatan Hari Mangrove Sedunia harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Jurnalis Lingkungan Hidup ingin menjadi bagian dari gerakan nasional pelestarian mangrove. Hari Mangrove Sedunia harus menjadi momentum aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Selain menahan abrasi, mangrove menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap karbon, serta membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Ia menegaskan, kerusakan mangrove tidak hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga mengancam benteng alami pantai, habitat satwa, hingga sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Pemilihan kawasan Konservasi Penyu Amping Parak, lanjutnya, dilakukan karena kawasan tersebut merupakan habitat penting penyu sekaligus memiliki kawasan mangrove yang perlu dijaga.
Dalam kegiatan itu, Jurnalis Lingkungan Hidup menggabungkan aksi penanaman mangrove dengan pelepasan tukik sebagai simbol komitmen menjaga ekosistem pesisir dan kelestarian satwa dilindungi.
“Kami ingin mangrove tetap tumbuh dan generasi penyu terus lestari. Keduanya menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam pesisir,” terangnya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir.
Ia menegaskan, Jurnalis Lingkungan Hidup akan terus mendorong gerakan konservasi, edukasi, dan advokasi lingkungan sebagai bentuk komitmen organisasi.
“Kami percaya jurnalisme lingkungan tidak berhenti pada pemberitaan. Jurnalis juga harus menjadi penggerak lahirnya aksi positif dalam menjaga kelestarian alam,” tutupnya.
Rencananya, kegiatan itu akan dihadiri anggota DPD RI, anggota DPRD, unsur Forkopimda, Forkopimca, kepala OPD, instansi vertikal, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, serta pegiat konservasi.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


