KATASUMBAR– Setelah terputus selama satu setengah bulan akibat banjir bandang, akses penghubung Ruas Jalan Sitangkai–Tanjung Ampalu di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung kembali normal.

Jembatan Bailey yang dibangun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) telah dapat dilalui kendaraan sejak 9 Juli 2026.

Berfungsinya kembali jembatan tersebut mengakhiri masa isolasi masyarakat yang selama 1,5 bulan harus menghadapi terganggunya aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga distribusi barang akibat putusnya akses utama.

Jembatan sebelumnya hanyut diterjang banjir bandang pada 20 Mei 2026. Selama akses terputus, warga terpaksa memutar melalui jalur Kumani–Tanjung Bonai Aua–Koto Panjang–Tigo Jangko–Pangian Lintau dengan tambahan jarak sekitar 19 hingga 20 kilometer atau waktu tempuh mencapai satu jam.

Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas BMCKTR Sumbar, Mitra Hengki, mengatakan pembangunan Jembatan Bailey merupakan bagian dari percepatan pemanfaatan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanganan dampak bencana sesuai arahan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.

“Total anggaran pembangunan Jembatan Bailey beserta pemasangannya mencapai Rp4,9 miliar. Ini merupakan tindak lanjut komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mempercepat penanganan bencana sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secepat mungkin,” kata Mitra Hengki di Tanah Datar, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, jembatan sepanjang 42 meter dengan lebar 4,2 meter itu mampu menahan beban kendaraan hingga 15–20 ton. Pembangunan abutment atau tapak jembatan yang dikerjakan secara swakelola menjadi pekerjaan yang paling menyita waktu, dengan anggaran sekitar Rp800 juta. Sementara pengadaan konstruksi Jembatan Bailey menelan biaya sekitar Rp4,1 miliar.

“Perakitan dimulai pada 6 Juli dan tiga hari kemudian sudah dapat dilalui masyarakat. Pekerjaan yang paling lama memang pembangunan tapak jembatan dan ditargetkan selesai seluruhnya pada awal Agustus,” ujarnya.

Menurut Mitra Hengki, Jembatan Bailey menjadi solusi cepat untuk memulihkan konektivitas sambil menunggu pembangunan jembatan permanen yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar.

“Meski bersifat sementara, Jembatan Bailey memiliki daya tahan yang cukup lama dan dapat digunakan bertahun-tahun dengan kapasitas beban hingga 15 sampai 20 ton,” katanya.

Kembalinya akses tersebut langsung dirasakan masyarakat. Arus kendaraan kembali ramai melintasi jembatan, mulai dari bus penumpang, truk ekspedisi, kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan, mobil pikap, hingga sepeda motor. Para pelajar yang sebelumnya harus menempuh perjalanan memutar kini kembali menggunakan jalur tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.

Wali Nagari Taluk, Pendi Aswil, mengatakan putusnya jembatan sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat yang mayoritas menggantungkan perekonomian pada sektor perkebunan karet serta peternakan ayam petelur.

“Selama akses terputus, perekonomian masyarakat praktis lumpuh. Banyak pelaku UMKM memilih menutup usahanya karena aktivitas ekonomi berhenti. Sekarang setelah Jembatan Bailey dibuka, usaha masyarakat mulai berjalan kembali dan ekonomi kembali bergerak,” katanya.

Rela Islamiah (26), pemilik warung di sekitar lokasi jembatan, mengaku usahanya kembali hidup setelah arus lalu lintas kembali normal.

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada lagi uang yang berputar setiap hari dari hasil jualan kami. Kami sangat berterima kasih karena jembatan ini membuat masyarakat kembali bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pemilik Rumah Makan Elok Basamo, It (60). Ia mengatakan rumah makannya kembali ramai dikunjungi pelanggan sejak jembatan difungsikan.

“Kami sudah buka lagi sejak jembatan beroperasi. Sopir-sopir truk yang dulu biasa singgah kini mulai kembali datang. Masyarakat sangat terbantu karena sekarang bisa kembali menjalankan usaha,” tuturnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.