KATASUMBAR – Sungai di kawasan Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat meluap pada Senin (28/2) malam WIB.

Kecamatan Talamau merupakan daerah pusat gempa M6,2 yang mengguncang Pasaman dan Pasaman Barat, Jumat (25/2) lalu.

Hal ini diketahui dari laporan Palang Merah Indonesia (PMI) Pasaman Barat pada Irfan Pasaribu, jurnalis Klikpositif-grup Katasumbar.

Kepala Markas PMI, Rida Warsa mengatakan, adapun sungai yang meluap adalah Sungai Batang Nango.

Kemudian selain itu ada pula dua titik longsot di Nagari Talu dengan material menutupi ruas jalan.

“Informasinya ada dua kendaraan yang terjebak. Kami sedang kroscek lebih dalam,” katanya saat dihubungi.

Rida menjelaskan, luapan sungai ini seiring dengan kabar terjadinya Galodo atau banjir bandang di daerah itu.

Namun ia membantah kejadian tersebut. Hanya saja memang lokasi itu sebelumnya diguyur hujan deras selama 2 jam.

“Sementara info banjir bandang atau galodo tidak benar, cuma air meluap biasa tidak membawa meterial seperti kayu atau batu,” ungkap dia.

Di sisi lain, menurut informasi yang diterima Katasumbar dari berbagai sumber, kejadian ini membuat warga berhamburan.

Menurut laporan petugas BPBD yang sedang bertugas di lokasi pasca gempa, warga yang bermukim di sekitaran sungai panik.

Akibat kejadian ini, akses jalan menuju lokasi tersendat.

Peringatan BMKG

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya ancaman bencana lain usai guncangan gempa, Jumat (25/2) lalu.

Adapun potensi bencana hasil dari kajian BMKG tersebut berupa bencana hidrologi.

Bencana hidrologi yang dimaksud adalah potensi longsor, banjir, dan banjir bandang di area hulu sungai lereng Gunung Talamau.

Hal demikian diungkapkan oleh Kepala BMKG, Dwikorta Karnawati, Minggu (27/2).

Ia mengatakan saat ini gempa-gempa susulan yang mengguncang dua daerah itu mulai melemah. Bahkan cenderung stabil.

“Untuk gempa InsyaAllah perkembangannya jauh melandai. Artinya, gempa-gempa susulan yang terjadi semakin melemah menuju kestabilan,” katanya.

Namun, potensi bencana hidrologis tersebut patut diwaspadai pasca rentetan gempa yang merusak ratusan rumah tersebut.

Apalagi, ia menyebutkan saat ini Pasaman dan Pasaman Barat masih berada di musim penghujan.

Masyarakat yang bermukim di dekat aliran sungai sekitaran lereng Gunung Talamau pun diminta waspada.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.