KATASUMBAR – Kenaikan harga beras yang terjadi belakangan, membuat pedagang nasi Padang, masakan khas Minangkabau kelabakan.
Bagaimana tidak, kenaikan harga beras ini membuat pedagang harus putar otak supaya tidak merugi. Khususnya bagi pedagang kecil.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu pedagang Nasi Padang di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Deri Rahmat (43).
Kepada Katasumbar, ia mengatakan, kenaikan harga beras ini berdampak pada modal penjualan produk usahanya.
“Kita ini pedagang kecil, bukan pedagang yang punya outlet besar. Jadi begitu ada harga Sembako yang naik, pasti kelabakan.”
“Karena kita harus bisa mengupayakan agar harga jual makanan tidak naik, meskipun harga sembakonya naik,” katanya.
Deri, perantau Minang asal Bukittinggi itu juga menyebut, selama ini dia menggunakan beras premium yang perkilogramnya Rp13.000 lebih.
Demi menekan modal, dan menghasilkan produk makanan bisa diterima pelanggan, dia harus mencampur beras yang ada dengan beras dari Sumatera.
“Kami biasanya ambil beras campuran itu dari kampung, langsung dari lumbung padi keluarga, jadi harga jual makanan bisa dikondisikan.”
“Itu hitungannya 70/30. 70 persen menggunakan beras lokal sini, 30 dari kampung. Kalau full ambil beras dari kampung, bisa boncos, karena terkena biaya pengiriman,” jelasnya.
“Sedangkan beras lokal tidak kena biaya kirim, dan harganya juga lebih murah dari beras kita yang dari Sumbar,” imbuh Deri.
Dengan naiknya harga beras lokal di kawasan DKI Jakarta, Deri mengaku terpaksa menambah jumlah penggunaan beras asal Sumbar.
“Sebenarnya tidak sesuai dengan harga jualnya. Sebab kalau dipaksakan memakai beras lokal susah, apalagi stocknya juga jarang,” pungkasnya.
Pasokan Kembali
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengklaim bahwa saat ini stok beras premium kemasan 5 kilogram sudah kembali tersedia di seluruh ritel modern kawasan Jabodetabek.
Ia mengatakan, penyediaan pasokan beras tersebut untuk mengantisipasi adanya panic buying.
“Kami imbau untuk belanja yang normal, belanja yang wajar, karena beras tersedia,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta kata dia, juga baru mendistribusikan 15 juta kilogram beras premium ke seluruh ritel di Jabodetabek dari Pasar Induk Beras Cipinang.
Pendistribusian disaksikan langsung oleh Roy, sehingga ia meyakinkan masyarakat untuk tidak khawatir kehabisan stok beras premium.
Per hari ini, seluruh beras premium itu siap untuk dibeli masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Harganya adalah Rp 13.900 per kilogram sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Namun, beras premium dijual dalam kemasan 5 kilogram yang harganya Rp 69.500.
“Hari ini langsung (dijual). Sudah bisa langsung dibeli oleh masyarakat karena barang sudah siap,” kata Roy.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

