KATASUMBAR – Besok, 26 Mei 2021 akan ada fenomena Gerhana Bulan Total. BMKG merilis fenomena itu akan terjadi pada pukul 15.46.12 WIB dan berakhir pada pukul 15.46.12 WIB. Dalam Islam, saat fenomena ini sedang berlangsung, disunahkan melaksanakan Salat Sunah Khusuf. Lalu apa itu Salat Sunah Khusuf?
Guru besar bidang Hukum Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, Prof. Dr. H. Asasriwarni MH mengatakan, saat terjadi Gerhana Bulan Total, maka umat Islam disunahkan Salat Khusuf. “Salat ini dilaksanakan secara berjamaah dan diiringi dengan pelaksanaan khutbah oleh khatib sebanyak dua kali serta dzikir,” katanya saat dihubungi di Padang, Selasa, 25 Mei 2021.
Ia mengatakan, pelaksanaan salat harus dilaksanakan saat gerhana berlangsung. Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, umat Islam dianjurkan melakukan salat gerhana, walaupun dalam posisi gerhana bulan sebagian. “Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, doa, istighfar, taubat, sedekah, dan amal-amal kebajikan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui laman resminya menuturkan bahwa pelaksanaan salat bisa dilakukan sesuai dengan waktu terbit bulan di masing-masing daerah. “Maka Salat Gerhana bisa dilakukan pada rentang setelah Salat Maghrib sampai selesai Gerhana sesuai dengan waktu di atas,” kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.
“Karena masih pandemi, Salat Gerhana agar diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan disiplin 5M: mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan,” paparnya.
Tuntunan Islam saat terjadi Gerhana:
حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيْد قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ قَالَ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عِلَاقَةِ قَالَ سَمِعْتُ الْمُغِيْرَةُ بْنِ شُعْبَةِ يَقُوْلُ اِنْكَسَفَتْ الشَّمْسُ يَوْمَ مَاتَ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ النَّاسُ اِنْكَسَفَتْ لِمَوْتِ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَأَيَتَانِ مِنْ أَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُواهُمَا فَادْعُوا اللهِ وَصَلّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ
Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah, dia berkata: “Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata, “Telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikan salat hingga (matahari) kembali tampak.” (H.R. Al-Bukhari)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

