KATASUMBAR — Di saat Indonesia dilanda gejolak krisis moneter, demonstrasi, penjarahan, dan sektor pariwisata nyaris lumpuh pada 1998, seorang pemuda bernama Ian Hanafiah justru mengambil keputusan yang dianggap nekat: mendirikan usaha travel agent.
Bermodalkan keyakinan, rumah petak kontrakan, dan mesin tik pinjaman milik adiknya, ERO Tour resmi berdiri pada 4 Februari 1998 dengan mengusung makna time for me to be independent.
Tak ada komputer. Tak ada mesin faks. Bahkan untuk mengirim penawaran, Ian harus pergi ke warnet dan menumpang faks di hotel dekat kantor.
“Orang bilang waktu itu pariwisata sedang keok, kok malah buka usaha travel. Tapi saya yakin, kalau niat baik, Allah pasti buka jalan,” kenang Ian, Founder ERO Tour, kepada KATASUMBAR, Kamis, 5 Februari 2026.
Awalnya, ERO Tour hanya dijalankan tiga orang karyawan. Modal nyaris nol membuat mereka tak mampu menjadi agen tiket pesawat karena harus menyetor deposit ke maskapai. Ian pun memutar arah, fokus pada inbound tour dan domestic tour.
Kepercayaan menjadi satu-satunya “aset” yang dimiliki. Hotel, restoran, dan mitra kerja memberi fasilitas kredit. Dari situlah bisnis perlahan tumbuh.

“Modal terbesar kami bukan uang, tapi kepercayaan. Tamu masuk, kami bayar tepat waktu. Itu yang bikin mitra percaya,” ujarnya.
Perlahan tapi pasti, ERO Tour berkembang. Jaringan meluas hingga operator tur dalam dan luar negeri, dari Singapura hingga Eropa. Sejumlah penghargaan pun diraih, mulai dari agen terbaik di tingkat Kota Padang, provinsi, nasional, hingga predikat World Best Halal Tour Operator.
Namun perjalanan 28 tahun itu tak selalu mulus.
Setelah sempat menikmati masa keemasan pariwisata sebelum 2019, industri kembali terpukul saat pandemi Covid-19. Kini, saat pandemi usai pun, tantangan belum selesai.
Ian menilai kondisi pariwisata nasional masih belum pulih sepenuhnya.
“Data kunjungan wisatawan mancanegara Indonesia masih sekitar 14,6 juta, padahal sebelum pandemi pernah tembus 17 juta. Malaysia sudah 42 juta, Vietnam 17 juta. Kita tertinggal,” katanya.
Menurutnya, mahalnya harga tiket pesawat menjadi persoalan utama. Banyak wisatawan domestik (wisnu) memilih berlibur ke Malaysia, Bangkok, atau Vietnam karena lebih murah dibanding terbang di dalam negeri.
Akibatnya, dampak ekonomi ke UMKM lokal ikut melemah. Penjualan oleh-oleh menurun, belanja wisatawan berkurang, dan banyak pelaku usaha kecil tak lagi “kecipratan”.
“Wisata itu bukan kebutuhan pokok, orang bisa tunda. Begitu ekonomi berat dan tiket mahal, orang batal jalan. UMKM yang kena duluan,” ujarnya.
Ian, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Promosi dan Hubungan Luar Negeri ASITA Pusat, berharap pemerintah meninjau ulang kebijakan sektor penerbangan.
Ia mengusulkan adanya kesepakatan khusus antara maskapai dan industri travel agar wisatawan domestik mendapat harga kelas terendah untuk paket liburan dalam negeri.
“Kami tidak minta diskon. Cukup harga terjangkau supaya orang mau jalan di dalam negeri. Kalau pergerakan wisata hidup, hotel, restoran, UMKM semua ikut bergerak,” katanya.
Di tengah situasi sulit, ERO Tour pun beradaptasi. Jika dulu memiliki sembilan pegawai, kini cukup tiga orang karena digitalisasi. Efisiensi menjadi kunci bertahan.
Meski demikian, Ian tetap optimistis.
Baginya, resep bertahan hampir tiga dekade bukan semata modal besar, melainkan keberanian memulai dan menjaga kepercayaan.
“Pengusaha itu niat dan berani dulu. Modal nomor sekian. Bisnis travel adalah bisnis kepercayaan. Selama itu dijaga, kita bisa bertahan,” tuturnya.
Memasuki usia ke-28, ERO Tour tak lagi sekadar perusahaan perjalanan. Ia menjadi saksi bagaimana sebuah usaha kecil yang lahir di tengah krisis mampu bertahan melewati pandemi, gejolak ekonomi, hingga tantangan industri penerbangan.
“Seberat apa pun kondisi, kami ingin tetap berjalan. Karena kami percaya, di balik kesulitan selalu ada kemudahan,” kata Ian.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


