KATASUMBAR– Guru Besar Ilmu Politik Universitas Andalas, Prof. Asrinaldi menilai rekomendasi Muhammadiyah atas nama organisasi mendukung Irman Gusman pada PSU Pileg DPD tidak baik.
Prof. Asrinaldi menilai, seharusnya sebagai organisasi masyarakat (Ormas) yang besar, Muhammadiyah mesti harus bisa menahan diri dalam posisi netral. Meski di belakang publik ikut berpolitik praktis untuk membatu kader.
“Ya, menurut saya. Dukungan ini tidak elok dan tidak elegan dilihat publik. Dukungan Ormas sebesar Muhammadiyah secara terang-terangan,” ungkap Prof. Asrinaldi dikonfirmasi Katasumbar.
Menurutnya, sebagai Ormas Islam besar yang selama ini dinilai selalu bersikap independen. Mestinya, pada PSU Pileg DPD Dapil Sumbar ini harus juga dengan posisi yang sama. Sebab, selama ini belum terlihat menyatakan sikap secara terang-terangan.
“Persoalan Irman menjadi kader Muhammadiyah memang iya. Tanpa dideklarasikan pun sebenarnya orang sudah tahu kemana arah dukungan Muhammadiyah. Tapi, kalau deklarasi seperti ini tentu ada rasa tidak simpati juga dari masyarakat,” terangnya.
Lanjutnya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat seharusnya dalam setiap momen kontestasi politik harus bisa mengarahkan organisasi besar itu tanpa berpolitik praktis, dan menunjukkan sikap yang netral demi mengurus umat.
Namun, karena adanya peristiwa ini akan memicu pudarnya kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah yang selama ini dinilai selalu bersikap netral dan fokus pada urusan umat serta tidak terlibat politik praktis.
“Saya pikir ini dalam konteks politik ini biasa saja, tapi sebagai lembaga keagamaan yang besar saya pikir ini tidak elok dilihat publik. Walaupun kita tahu sebenarnya secara politik Muhammadiyah cenderung ke Irman Gusman”
“Mestinya main cantik Muhammadiyah dan Irman-nya, gitu. Karena kita tahu bahwa Muhammadiyah sendiri, ya tidak dalam konteks politik praktis ya, dan itu tentu harus dijaga secara konsisten,” ujarnya.
Dukungan Tertunda
Terpisah sebelumnya, Wakil Ketua PWM Sumbar, Ki Jal Atri Tanjung menyatakan, dukungan PWM Sumbar terhadap Irman Gusman di politik bukan satu-satu kebijakan yang dikeluarkan pengurus Muhammadiyah.
Ia mengatakan, kebijakan dukungan politik terhadap kadernya merupakan kebijakan yang dilahirkan berdasarkan keputusan pengurus Muhammadiyah se Indonesia.
“Ini kebijakan Muhammadiyah se Indonesia, kader Muhammadiyah yang maju apakah itu di DPRD, DPR RI, DPD, kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah itu memang kita dukung,” ungkapnya pada Katasumbar, Jumat 21 Juni 2024.
Ia menjelaskan, keputusan yang dikeluarkan untuk Irman Gusman hari ini, menurutnya adalah rekomendasi yang tertunda. Karena pada Pileg pada Februari 2024, dirinya tidak masuk daftar calon tetap (DCT).
“Pada dasarnya rekomendasi ini akan diberikan dulu kalau masuk DCT. Jadi Rekomendasi yang tertunda sebenarnya,” jelasnya.
Ia menyatakan, Irman Gusman adal aha salah satu kader yang ada di Muhammadiyah, dan selain itu sebagai Ormas Islam yang independen, pihaknya berpendapat Muhammadiyah tidak berarti diam mendukung kadernya di politik.
“Independen bukan arti tidak berbuat, tapi kita proaktif juga untuk memperjuangkan kader-kader kita. Kader Muhammadiyah itu harus berada di mana-mana. Tetapi, bukan untuk kemana-mana,” jelasnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

