KATASUMBAR – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 14,02 bayi yang lahir di Bukittinggi mengalami gizi buruk.

BPS menjelaskan hal ini berdasarkan data pada 2022 lalu.

Dikutip dari laman instagramnya, Jum’at 26 Januari 2024, BPS menyebut sepanjang 2022, lahir bayi sebanyak 2.276.

“Sebesar 2,77 persennya lahir dalam kondisi berat lahir rendah,” tulis BPS.

Kemudian, 2 dari 10 bayi di Kota Bukittinggi atau sekitar 14,02 persen bayi mengalami gizi buruk.

BPS menjelaskan berat badan bayi saat lahir merupakan salah satu prioritas kesehatan masyarakat.

Berat badan lahir secara universal digunakan sebagai indikator penting terkait kerentanan terhadap resiko penyakit dan kelangsungan hidup.

Bayi yang memiliki berat lahir rendah memiliki kecenderungan yang lebih tinggi terhadap gizi buruk.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.