KATASUMBAR – Cuaca buruk yang melanda Sumatera Barat sepanjang Senin (23/1) kemarin berdampak pada bencana banjir dan longsor.
Bencana ini dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan di Sumaetara Barat.
Berdasarkan data yang dihimpun Katasumbar, bencana mulai terjadi pada sore WIB, dan meluas hingga dinihari WIB.
Tak cuma itu, bencana tersebut juga menelan korban jiwa di sejumlah daerah. Masyarakat pun bahkan ada yang dievakuasi.
Informasi bencana ini berseliweran di media sosial. Terpantau, bencana akibat cuaca buruk melanda Kota Padang, Padang Pariaman, hingga Kabupaten Agam.
Saat ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sedang mengupayakan penanganan terhadap warga yang terdampak.
Katasumbar pun telah menghimpun secara keseluruhan dampak cuaca buruk tersebut.
Berikut daftarnya:
Banjir dan Longsor Kota Padang
Cuaca buruk sepanjang Senin (23/1) membuat sejumlah kawasan di Kota Padang terendam banjir.
Tak cuma itu, derasnya guyuran hujan juga membuat akses jalan dari Padang ke Solok di Sitinjau Lauik juga tertimbun longsor.
Khusus banjir, kawasan yang paling parah terdampak adalah bilangan Batu Busuak, Kecamatan Pauh.
Air sungai yang melewati pemukiman warga meluap, hingga dilaporkan seorang warga hilang.
Luapan air sungai ini membuat tim SAR harus mengevakuasi setidaknya 20 warga yang terjebak.
Tak cuma itu, kawasan lain seperti Gunung Pangilun, Aie Pacah, Kuranji dan Koto Tangah juga terdampak.
Kondisi demikian membuat penanganan warga yang terdampak berlangsung hingga dini hari.
Banjir dan Longsor Padang Pariaman
Selain Kota Padang, sejumlah kawasan di Kabupaten Padang Pariaman juga terdampak banjir.
Kondisinya bahkan lebih parah. Menurut laporan BPBD setempat, setidaknya ada 43 titik banjir dan longsor di kawasan itu.
Bahkan ada pula korban jiwa yang terdampak bencana tersebut.
Saat ini, BPBD Padang Pariaman sudah mengungsikan 15 Kepala Keluarga di kawasan Nan Sabaris Padang Pariaman.
Di sisi lain, ada pula 3 fasilitas umum di kawasan Sintuk Toboh Gadang yang tak bisa diakses akibat tingginya debit air.
Adapun tiga fasum tersebut yakni Puskesmas Sintuak, Masjid dan Sekolah Dasar (SD) Negeri 8 Sintuak Toboh Gadang.
Tak sampai disana, BPBD menegaskan para korban banjir juga menyampaikan bahwa mereka memiliki kebutuhan mendesak seperti pakaian, selimut, logistik makanan hingga alat berat.
Sementara ini, dari 43 titik yang terlaporkan, 16 titik di antaranya sudah ditangani.
Salah satunya adalah banjir yang menutup akses jalan dari Padang ke Bukittinggi, tepatnya di kawasan Lubuk Alung.
Kendati demikian, warga yang terdampak bencana sejak kemarin masih waspada mengingat tingginya curah hujan.
Banjir Kabupaten Agam
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Agam mengakibatkan terjadinya banjir di Kecamatan Ampek Nagari.
Kalaksa BPBD Agam Bambang Warsito mengatakan, banjir dilaporkan terjadi sejak sore, Senin 23 Januari 2023.
Bambang mengatakan banjir berlokasi di Jorong Gantiang, Nagari Sitanang, sejak pukul 17.00 WIB.
Banjir terjadi akibat hujan yang mengguyur daerah itu sejak siang kemarin.
“Banjir menggenangi sebanyak 17 unit dengan jumlah penghuni sebanyak 57 jiwa,” ungkap Bambang.
Dia mengatakan ketinggian air antara 50 hingga 60 centimeter.
“Sebanyak satu kepala keluarga dengan jumlah penghuni lima jiwa harus dievakuasi,” ungkapnya.
Kekinian, BPBD bersama instansi terkait lainnya masih melakukan pendataan terhadap banjir ini.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


