KATASUMBAR – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar menutup jalur pendakian di tiga gunung. Hal ini buntut erupsi Gunung Marapi.
Keputusan penutupan pendakian ini dilakukan pasca adanya erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12) lalu.
Adapun informasi penutupan tersebut diketahui dari surat pengumuman dari BKSDA Sumbar bernomor PG.2260/K.9/TU/KSA/2023.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala Balai, Hartanto itu tertulis, penutupan pendakian dilakukan atas pertimbangan dampak resiko aktifitas vulkanik.
Dengan resiko demikian, maka penutupan pendakian tidak hanya berlaku di Gunung Marapi saja, tapi juga meliputi Gunung Singgalang, Tandikek, dan Sago.
Keempat gunung tersebut, merupakan kawasan yang berada di bawah pengelolaan BKSDA Sumbar.
“Ditutup untuk tujuan wisata dan pendakian pada semua pintu masuk jalur pendakian sampai waktu yang belum ditentukan,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Surat pengumuman ini ditembuskan ke seluruh stakeholder, mulai dari Pemprov Sumbar, Pemprov Riau, Polda Sumbar, Pemkab yang ada di sekitaran gunung, dan sejumlah pihak di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sebelumnya diketahui, letusan Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12) lalu menewaskan 23 orang pendaki.
Namun pada Minggu (17/12), seorang pendaki lainnya yang sempat dilaporkan selamat, meninggal dunia akibat luka bakar yang dia derita.
Pendaki tersebut adalah Zafirah Zahrin Febrina mahasiswi semester 3 jurusan teknik sipil PNP. Dengan begitu, jumlah pendaki yang tewas adalah 24 orang.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.
