KATASUMBAR – Kementerian Kesehatan merilis capaian vaksinasi di Indonesia pada 8 September 2021 lalu. Dari data itu, Sumbar berada di peringkat bawah nasional.
Berdasarkan data yang dikutip dari laman vaksin.kemkes.go.id, capaian vaksinasi Sumbar untuk dosis pertama hanya 17,9 persen selisih 2 persen dari Lampung yang menempati tempat terbawah.
Sedangkan capaian vaksinasi kedua Sumbar hanya 9,93 persen selisih tipis dengan NTB yang hanya 9,84 persen dan Maluku Utara dengan capaian 9,37 persen yang menempati tempat terbawah.
Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menilai, pemerintah harus menjadikan edukasi dan sosialisasi sebagai skenario utama untuk mendorog percepatan.
“Harus disosialisasikan dengan baik, agar angka vaksinasi bisa sesuai harapan,” katanya.
Kemenkes pun kata dia, meminta pemerintah provinsi bersikap aktif. Stok vaksin yang tidak terpakai harus segera direlokasi ke daerah yang lebih membutuhkan.
“Ada beberapa kondisi yang perlu dipahami dalam pengelolaan vaksin. Pertama, ada kemungkinan vaksin rusak dalam proses distribusi dari kabupaten/kota ke puskesmas/faskes,” tutur Nadia.
Kemudian, ia juga menyebutkan ada dosis sisa yang tidak bisa dipakai karena batas maksimal vaksin yang telah dibuka hanya enam jam. Padahal, fakta di lapangan, ada sasaran vaksinasi yang terdaftar, tapi tidak datang.
“Sementara satu vial itu untuk diberikan kepada sepuluh orang. Sehingga ini yang menjadikan vaksin tersebut tidak bisa digunakan. Angka ini kita sebut wastage rate,” jelasnya.
Nadia memaparkan program vaksinasi di daerah yang lokasinya jauh dari puskesmas memiliki tantangan tersendiri. Selain itu, masih ada masyarakat yang enggan divaksin karena masalah kepercayaan. Hal tersebut salah satunya terjadi di Sumbar.
Mengenai stok vaksin yang masih banyak atau menumpuk di daerah-daerah tersebut, Kemenkes berharap pemprov setempat bisa merelokasi ke kabupaten/kota lain yang membutuhkan. Terutama yang penyuntikan per harinya tinggi.
“Kemenkes tidak akan mendistribusikan vaksin tambahan dulu sampai stok kurang dari 14 hari,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

