KATASUMBAR – Vice President PT East West Seed Indonesia (EWINDO), Glenn Pardede mensosialisasikan cabai merah anti virus di Sumbar, Senin 18 September 2023.
Rencananya, cabai merah anti virus ini akan launching di Kota Payakumbuh, Sumbar, pada akhir tahun ini.
Menurut Glenn, masalah petani di Indonesia saat ini adalah virus gemini, atau banyak yang menyebut dengan virus kuning.
Menurutnya, masalah ini bukan masalah baru bagi petani, tapi sudah ada sekitar 10-15 tahun lalu.
Jika terkena virus ini menurutnya daun cabai akan menguning, lalu mengkerut dan keriting, kemudian tidak berbuah.
Ia mengungkapkan, virus ini sudah muncul di tanaman tomat. Hanya saja, saat ini sudah ada tomat yang tahan virus dan sudah beredar di pasaran. Namun untuk cabai belum ada.
“Kami ada breeder pemuliaan tanaman, namanya Rusman. Dia itu yang menemukan cabai tahan virus yang pertama di Indonesia” ujar Glenn saat berada di Green House Lezatta, Agam, Sumbar.
Menurutnya, cabai anti virus itu di beri nama Tangguh.
Glenn melanjutkan, pihaknya telah menguji coba selama 4 hingga 5 tahun cabai Tangguh itu dan terbukti ampuh.
“Saya ke Lampung bulan yang lalu, saya lihat tanamannya di tempat yang sudah penuh virus, tapi cabainya masih tahan. Ia terserang virus juga tapi masih bisa berbuah,” ungkap Glenn.
Menurutnya, Cabai Tangguh ini menjadi solusi bagi para petani cabai keriting untuk bisa berproduksi lagi.
Untuk tanaman Cabai Tangguh seluas satu hektare atau sekitar 15 ribu tanaman, menurut Glenn, bisa menghasilkan sekitar 15 ton.
“Namun kalau ada virus, bisa nol. Kalau benih yang tahan virus ini, kalau terserang virus, saya yakin tak bisa satu kilo juga, bisa jadi cuma setengah kilo per tanaman. Masih lebih baik dari cabai yang tak tahan virus,” jelasnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

