KATASUMBAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempertimbangkan untuk memindahkan warga yang terdampak bencana banjir bandang & lahar dingin.

Warga yang terdampak bencana tersebut tersebar di tiga kawasan yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian penanganan selanjutnya atas warga yang terdampak. Khususnya yang berada dekat aliran sungai.

“Untuk relokasi kami sedang asesmen, kami sudah memberikan rekomendasi di tahap transisi rehabilitasi rekonstruksi apakah ada relokasi.”

“Kalau ada relokasi maka pemerintah daerah menyiapkan lahan dan pemerintah pusat yang akan bangun. Bila tidak direlokasi, maka kami akan siapkan opsi lain seperti perbaikan,” katanya.

Adapun saat ini, BNPB juga sedang melakukan pendataan rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana. Pendataan dilakukan untuk pemberian bantuan.

Bantuan yang diberikan yaitu biaya perbaikan rumah, sebagai salah satu langkah penanganan terbaik bagi para warga.

Nilai bantuan stimulan rumah rusak dengan rincian Rp60 juta untuk rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp15 juta untuk rusak ringan.

Selain relokasi warga dan perbaikan, Suharyanto menyebutkan pihaknya juga mendorong percepatan perbaikan sejumlah jalan nasional yang terputus dan jembatan yang rusak.

Akses terputus dan jembatan yang rusak tersebut di antaranya meliputi Jalan Akses Simpang di Kota Padang Panjang dan 19 unit jembatan terdampak.

“Yang paling parah di Lembah Anai, itu masih ada yang terputus.”

“Semoga dalam waktu dekat sudah bisa dilalui alat transportasi karena dari PUPR tadi sudah bergerak alat berat dikerahkan,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.