KATASUMBAR – Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan, fenomena alam yang terjadi di Malampah, Tigo Nagari itu bukan likuifaksi.
Hal tersebut disampaikan melalui akun Twitter-nya @DaryonoBMKG.
Namun, lanjutnya, merupakan semacam banjir bandang disebabkan ada longsoran (akibat gempa) dari hulu.
“Yang g materialnya masuk ke aliran sungai, sehingga membuat aliran sungai terbendung kemudian jebol membawa material longsoran jadilah banjir bandang,” tulisnya, Sabtu (26/2/2022).
Seperti diberitakan sebelumnya, rentetan gempa darat yang mengguncang Pasaman dan Pasaman Barat, Jumat (25/2/2022) pagi diiringi dengan tanah bergerak.
Fenomena ini terjadi di kawasan Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Pasaman.
Kejadian ini pertama kali diketahui dari video yang diterima Katasumbar dari berbagai grup WhatsApp.
Dalam rekaman itu tampak tanah berwarna cokelat gelap turun di sela pemukiman warga dengan pergerakan yang cepat.
Kondisi ini kemudian memunculkan kekhawatiran masyarakat.
Peristiwa terseburt kemudian menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
“Dengan melihat kondisi kemiringan lereng, tanah dan batuan, kekuatan gempa, hal itu mungkin terjadi, berpotensi terjadi.
Tapi apakah benar-benar terjadi, kami harus cek dahulu,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Teranyar, berdasarkan informasi yang dihimpun Katasumbar, situasi di Malampah kini mencekam.
Gerakan tanah tersebut menyapu sejumlah rumah warga dan sarana fasilitas umum yang ada di kawasan itu.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


