KATASUMBAR – Di tengah semarak Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kota Padang 2026, nama Bening Putri Naera menjadi salah satu yang paling membanggakan bagi keluarga besar SD Semen Padang. Siswi kelas V itu berhasil meraih Juara II cabang Menulis Cerita melalui karya cerpennya yang berjudul Pahlawan di Balik Kata-Kata.
Prestasi tersebut terasa istimewa karena menjadi pencapaian bersejarah bagi SD Semen Padang. Untuk pertama kalinya sekolah tersebut mengikuti cabang lomba menulis cerita pada ajang FLS3N, dan langsung berhasil menembus posisi juara di tingkat kota.
Kompetisi yang berlangsung di UPICC PGRI Gunung Pangilun pada pertengahan Mei 2026 itu mempertemukan ratusan siswa terbaik dari berbagai sekolah di Kota Padang.
Dalam ajang tahunan yang menjadi wadah pengembangan bakat seni dan sastra siswa tersebut, cabang menulis cerita menjadi salah satu kategori yang menarik perhatian karena menuntut kemampuan peserta menuangkan ide, emosi, dan imajinasi ke dalam sebuah karya yang utuh.
Bagi Bening, keberhasilan itu bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Kecintaannya terhadap dunia menulis tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar melalui pelajaran Bahasa Indonesia dan berbagai kegiatan literasi yang rutin dilaksanakan di sekolah.
Dengan ketekunan yang terus dipupuk, ia mulai menikmati proses merangkai kata menjadi cerita. Berbagai latihan dilakukan secara konsisten, mulai dari memperbaiki alur cerita, memperkaya pilihan kosakata, hingga menyempurnakan penggunaan tanda baca dan struktur kalimat. Proses tersebut dijalani di bawah bimbingan guru yang terus mendorongnya untuk berani berkarya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara. Saya memang senang menulis sejak mengikuti berbagai kegiatan literasi di sekolah. Prestasi ini membuat saya semakin semangat untuk terus belajar dan menulis lebih baik lagi,” ujar Bening.
Sebelum tampil di FLS3N, kemampuan menulis Bening sebenarnya telah menunjukkan potensi yang menjanjikan. Salah satu karya cerpennya pernah dimuat dalam sebuah majalah literasi nasional. Pengalaman itu menjadi bekal berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus keyakinan bahwa karya seorang anak juga mampu diapresiasi secara luas.
Dalam lomba FLS3N, Bening mengangkat kisah berjudul Pahlawan di Balik Kata-Kata. Cerita tersebut mengisahkan perjalanan seorang anak yang menemukan keberanian untuk berkarya berkat dorongan, perhatian, dan inspirasi dari seorang guru. Melalui gaya bahasa yang sederhana namun sarat makna, cerita itu berhasil menyentuh emosi pembaca dan menarik perhatian dewan juri.
Tema yang diangkat tidak hanya menggambarkan hubungan antara guru dan murid, tetapi juga menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter serta menumbuhkan kepercayaan diri generasi muda. Pesan itulah yang menjadi salah satu kekuatan utama karya Bening hingga mampu mengantarkannya meraih posisi kedua.
Guru Bahasa Indonesia SD Semen Padang, Yesi Arisanti, mengatakan bahwa pencapaian yang diraih siswanya merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan.
Menurutnya, kemampuan menulis tidak dapat diperoleh secara instan. Dibutuhkan kebiasaan membaca, latihan yang berkelanjutan, serta keberanian untuk terus memperbaiki karya.
“Apa yang diraih Bening hari ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang dan konsisten. Ia memiliki kemauan belajar yang tinggi dan selalu berusaha memperbaiki setiap karya yang dibuat. Prestasi ini menjadi bukti bahwa budaya literasi yang terus dikembangkan di sekolah mampu melahirkan karya-karya yang berkualitas,” ujarnya.
Yessy berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk semakin mencintai dunia literasi. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis merupakan fondasi penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak mampu berkembang menjadi pribadi yang kreatif, kritis, dan percaya diri.
Prestasi Bening sekaligus mempertegas komitmen SD Semen Padang dalam mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada capaian akademik, sekolah juga terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat di bidang seni, sastra, dan kreativitas.
Sekolah berharap keberhasilan yang diraih Bening dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak penulis muda berbakat dari lingkungan pendidikan Kota Padang, sekaligus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.
Kebanggaan atas pencapaian tersebut juga dirasakan oleh keluarga. Orang tua Bening, Dina Armidya, mengaku terharu dan bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih putrinya.
“Prestasi yang diraih Bening tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga. Kami berharap ini menjadi penyemangat baginya untuk terus belajar dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” katanya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


