KATASUMBAR – Banyak warga Sumbar yang mengidap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini terungkap dari beberapa data yang dirangkum KATASUMBAR.com

Data Dinas Kesehatan Sumatera Barat, hipertensi menempati posisi kedua dari jumlah penyakit yang diderita warga Sumbar sepanjang 2021.

Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Sumbar, Ratna Dewi, mengatakan, ada sebanyak 411.163 orang yang mengeluhkan penyakit hipertensi di Sumbar selama satu tahun.

Di tingkat pelayanan, kasus hipertensi juga tercatat banyak diidap warga Sumbar.

Data Semen Padang Hospital (SPH), dilaporkan sebanyak 1.208 pasien yang didiagnosa memiliki hipertensi sepanjang 2021. BACA: 5 Penyakit yang Paling Banyak Diidap Warga Sumbar Sepanjang 2021

Ada beberapa daerah yang juga melaporkan tingginya kasus hipertensi.

Salah satunya data yang dipublish oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat hipertensi adalah penyakit yang paling banyak diderita warga Bukittinggi sepanjang 2021. BACA: Ini Daftar Penyakit Paling Banyak Diidap Warga di Bukittinggi

Total kasus hipertensi di Bukittinggi sebanyak 3.963 sepanjang 2021. Dan inilah adalah penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga Bukittinggi tahun lalu.

Selain di Bukittinggi, Payakumbuh juga melaporkan tingginya kasus hipertensi. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yuneri Yunirman, mengatakan, pada tahun 2021 tercatat sebanyak 18.068 (12,8%) masyarakat Kota Payakumbuh menderita hipertensi.

“Ini penyakit silent killer. Diam-diam tapi membunuh,” ujarnya. BACA: Waspada! Kota Payakumbuh Dihantui Penyakit Silent Killer, Apa Itu?

Penyebab hipertensi

Hipertensi adalah istilah medis untuk penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan.

Hipertensi juga dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian.

Seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi jika angka tekanan darah lebih besar dari 140 mmHg, dan/atau angka tekanan darah diastolik menunjukkan hasil yang lebih besar dari 90 mmHg.

Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yuneri Yunirman, penyakit ini tidak terdeteksi sejak dini, sehingga penanganannya sedikit sulit. Artinya, di tahap awal, penyakit ini tak menimbulkan gejala. Sering terdeteksi setelah memiliki komplikasi.

Ia menyarankan pentingnya masyarakat rutin cek tensi darah.

Menurutnya, penyebab penyakit ini rata-rata disebabkan oleh pola hidup. Contoh, kebiasaan merokok, terlalu banyak konsumsi makanan asin, terlalu banyak konsumsi makanan manis, serta kurangnya aktivitas fisik.

Gejala Hipertensi

Seperti dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yuneri Yunirman, sulit menentukan gejala awal hipertensi. Yang bisa dilakukan adalah melakukan tensi darah.

Namun, ada beberapa gejala umum yang bisa diacu atau yang sering dikeluhkan pengidap hipertensi.

Dirangkum dari portal resmi Kementrian Kesehatan (kemkes.go.id), ada beberapa gejala hipertensi yaitu:

  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Jantung berdebar-debar
  • Pusing
  • Penglihatan kabur
  • Rasa sakit di dada
  • mudah lelah, dll

“Tapi, tidak semua penderita hipertensi mengenali atau merasakan keluhan maupun gejala, sehingga hipertensi sering dijuluki sebagai pembunuh diam-diam (silent killer),” ujarnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.