KATASUMBAR — Penyakit yang paling banyak diidap warga Sumbar sepanjang 2021 berdasarkan data Semen Padang Hospital (SPH).
SPH merawat pasien yang berasal dari seluruh daerah di Sumatera Barat. Bahkan, ada juga yang dari luar Sumbar.
Ada berbagai penyakit yang dirawat, kami merangkum 5 yang terbanyak. Ada dua kategori pasien yang dirawat SPH yaitu rawat jalan dan rawat inap.
Pasien rawat jalan sepanjang 2021 didominasi oleh pasien Covid-19. Ini dapat dimaklumi karena tahun 2021 puncak Covid-19, terutama varian Delta.
Untuk data ini, KATASUMBAR.com merangkum penyakit terbanyak berdasarkan data pasien rawat jalan. Berikut gambarannya:
HHD (Hipertensive Heart Disease)
HHD atau hypertensive heart disease merupakan istilah medis yang digunakan untuk penyakit jantung yang dialami secara keseluruhan meliputi pembesaran pada ventrikel kiri, irama nadi yang tidak regular, penyakit jantung coroner dan penyakit jantung kronis.
Keadaan ini biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang menyebabkan meningkatnya beban kerja di jantung.
Menurut alodokter, faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi tersebut adalah:
Memiliki tekanan darah tinggi, terutama yang tidak terkontrol, merokok, kurang olahraga, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, memiliki berat badan berlebih, memiliki riwayat keluarga dengan keluhan serupa, dan Pertambahan usia.
Dari data SPH, penyakit HHD ini paling banyak diderita pasien. Sepanjang 2021, ada 1.342 pasien yang didiagnosa harus menjalani perawatan karena HHD.
ASHD (atherosclerotic heart disease)
ASHD atau atherosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak di dinding pembuluh darah.
Kondisi ini merupakan penyebab umum penyakit jantung koroner(atherosclerosis heart disease).
Arteri adalah pembuluh darah pembawa oksigen serta nutrisi dari dan ke jantung, juga ke seluruh organ lain.
Tersumbatnya arteri akibat penumpukan plak kolesterol akan menghambat aliran darah ke organ-organ tubuh.
Pada awalnya, aterosklerosis tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala baru muncul ketika aliran darah ke organ atau jaringan tubuh terhambat.
Proses penumpukan plak sampai gejala aterosklerosis timbul bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun.
Ada sebanyak 1.269 pasien yang mengeluhkan penyakit ini sepanjang 2021 di SPH.
Hipertensi
Hipertensi adalah istilah medis untuk penyakit tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan.
Hipertensi juga dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian.
Istilah tekanan darah sendiri bisa digambarkan sebagai kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh yang merupakan pembuluh darah utama.
BACA JUGA: Banyak Warga Sumbar Idap Hipertensi, Ini Penyebabnya
Besarnya tekanan yang terjadi bergantung pada resistensi dari pembuluh darah dan seberapa intens jantung untuk bekerja.
Seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi apabila semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan akibat sempitnya pembuluh darah pada arteri.
Hipertensi dapat diketahui dengan pemeriksaan secara rutin pada tekanan darah. Hal ini direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun oleh semua orang dewasa.
Seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi jika angka tekanan darah lebih besar dari 140 mmHg, dan/atau angka tekanan darah diastolik menunjukkan hasil yang lebih besar dari 90 mmHg.
Di Payakumbuh, penyakit ini juga salah satu yang paling banyak diderita. Pada hari hipertensi dunia pada Mei lalu, dilaporkan sebanyak 12,8% warga Payakumbuh menderita hipertensi (BACA SELENGKAPNYA DISINI).
Di SPH, ada sebanyak 1.208 pasien yang didiagnosa memiliki hipertensi dan rutin menjalani pengobatan.
Nasofaringitis
Dinukil dari jurnal UII, Nasofaringitis adalah infeksi primer pada nasofaring dan hidung yang sering mengeluarkan cairan.
Nasofaringitis dibedakan dengan nasofaringitis akut. Nasofaringitis akut adalah istilah untuk anak, sedangkan common cold adalah istilah untuk orang dewasa atau yang kita kenal dengan sebutan infuenza.
Dalam hal ini manifestasi klinis antara orang dewasa dan anak berlainan.
Pada anak infeksi lebih luas, mencakup daerah sinus parsial, telinga tengah sampai nasofaring, disertai demam yang tinggi.
Pada orang dewasa infeksi mencakup daerah terbatas dan biasanya tidak disertai demam yang tinggi.
Pada bayi dan anak-anak infeksi saluran nafas seperti nasofaringitis sangat berbahaya karena dapat mengganggu makan dan kadang-kadang menyebabkan infeksi saluran nafas bawah menjadi lebih akut.
Gejala penyakit nasofaringitis pada anak-anak yaitu gejala awal berupa rasa tidak enak di hidung atau tenggorokkan, penderita mulai bersin-bersin, hidung mengeluarkan cairan yang encer atau jernih, biasanya tidak timbul demam tetapi bisa muncul demam ringan, disertai batuk atau tanpa batuk.
Sepanjang 2021, ada 1.000 pasien yang mengeluhkan penyakit ini di SPH.
Dispepsia
Dispepsia merupakan suatu kondisi yang dapat mengakibatkan munculnya rasa tidak nyaman pada perut bagian atas karena masalah asam lambung atau penyakit maag.
Meski demikian, dispepsia sebenarnya bukan mengindikasikan suatu penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan yang terjadi pada pencernaan.
Perlu diwaspadai, dispepsia yang tidak segera mendapatkan penanganan bisa berkembang menjadi kondisi kesehatan yang lebih serius.
Pada 2021, SPH mendiagnosa sebanyak 948 orang mengalami dispepsia. (*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


