KATASUMBAR – Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah curhat ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Mahyeldi curhat saat berkunjung ke Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/1) kemarin.
Dalam kunjungan itu, Mahyeldi terangan-terangan mengaku bahwa dirinya ingin belajar ke Ganjar untuk mengentaskan kemiskinan.
Dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, orang nomor 1 di Sumbar itu menemui Ganjar di Grhadhika Bhakti Praja.
“Kedatangan kami ke Jawa Tengah menemui Pak Ganjar, karena melihat banyak prestasi yang telah diukir Jateng dalam berbagai hal.”
“Makanya kami datang ke sini untuk belajar, salah satunya terkait penanganan kemiskinan,” kata Mahyeldi.
Di hadapan Ganjar, Mahyeldi menerangkan bahwa angka kemiskinan Sumbar meningkat tajam selama pandemi.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, jumlah penduduk miskin di Sumbar hingga 2021 mencapai 370 ribu jiwa lebih.
“Di Jateng pak Ganjar bersama-sama dengan OPD dan Stakeholder untuk mengentaskan kemiskinan.
Ini tentu pengalaman baru bagi kami yang bisa diterapkan di Sumbar,” sebut mantan Wali Kota Padang itu.
Bagi Mahyeldi, sosok Ganjar adalah orang yang tepat untuk dia belajar.
“Keberhasilan Pak Ganjar menjadi cerminan kami untuk membangun Sumbar menjadi lebih baik lagi,” ujar dia.
“Apalagi beliau ini kan sudah senior, sudah periode kedua jadi gubernur. Saya kan baru setahun, jadi harus banyak belajar,” jelasnya.
Mendengar curhatan Mahyeldi, Ganjar pun secara gamblang menjelaskan sejumlah trik untuk atasi kemiskinan di Sumbar.
Sambil berkelakar, Ganjar menjelaskan bahsa pihaknya menggenjot pengentasan kemiskinan dengan berbagai program.
Adapun program itu di antaranya rehabilitasi rumah tidak layak huni, penyediaan fasilitas air bersih, jamban, listrik, dan lainnya.
“Kami tidak bisa kalau hanya menggunakan APBD, makanya kami optimalkan CSR, baznas, serta filantropi,” paparnya.
“Di Jateng ini kami wajibkan satu OPD mendampingi satu desa binaan dan menyelesaikan kemiskinan di sana,” bebernya.
Selain itu, program-program lain juga digenjot, seperti membuat fasilitas pendidikan gratis bagi siswa miskin dengan SMK Jateng.
Dengan peningkatan pendidikan itu, diharapkan anak-anak miskin bisa memperbaiki kehidupan ekonomi keluarganya.
“Kami juga berikan pendampingan pada UMKM, pengembangan desa wisata untuk menggairahkan ekonomi di pedesaan, serta kegiatan-kegiatan lain.”
“Intinya menyelesaikan kemiskinan itu tidak hanya satu faktor, namun banyak faktor yang harus digarap secara bersama-sama,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

