KATASUMBAR – Ahli geologi Sumbar, Ade Edward menjawab fenomena “sawah luluih” yang terjadi di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten 50 Kota.
Ade mengatakan dalam dunia geologi, peristiwa itu disebut dengan sinkhole.
Dia mengatakan fenomena ini lumrah terjadi di wilayah yang di bawahnya memiliki struktur batu kapur atau gamping.
“Batu kapur di kawasan Situjuah masuk dalam Formasi Kuantan. Formasi ini menurut peta geologi, merupakan tatanan geologi regional Blok Sumbar,” kata dia, Senin 5 Januari 2025.
Ade Edward mengatakan peristiwa ini dipicu dengan tingginya curah hujan. Air kemudian masuk melalui celah tanah dan memicu keruntuhan tanah.
Batu kapur, sebutnya, gampang larut dalam air sehingga sehingga tercipta sungai bawah tanah yang memicu terjadinya Sinkhole.
“Kemudian tanah tiba-tiba ambruk, dan itu yang didengar warga. Hal seperti ini lumrah terjadi. Warga sekitar lokasi juga mengenal fenomena ini,” ungkapnya.
Dia mengatakan fenomena Sinkhole ini berbahaya dan tak bisa dicegah. Jika terjadi di kawasan pemukiman, tak tertutup kemungkinan akan ada korban.
“Kejadian kemarin lokasinya ada di persawahan, coba di pemukiman, itu akan berbahaya,” jelasnya.
Dia menganjurkan lubang besar yang terbentuk di Situjuah, bisa ditutup kembali menggunakan batu atau coran sehingga tanahnya bisa dimanfaatkan kembali oleh warga.
Sebelumnya pada Minggu 4 Januari 2025, warga di Situjuah dikejutkan dengan temuan lubang sedalam 20 meter, diameter 10 meter di sebuah sawah warga.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


