KATASUMBAR – Harga cabai merah keriting masih tinggi di pasaran Sumbar, bukannya turun saat ini harga cabai di posisi Rp 120 perkilogram.

Lantas berapa hektare luas panen tanaman cabai merah keriting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar 2021, luas panen tanaman cabai keriting mencapai 11.335 hektare.

Kabupaten Agam memiliki luas tanaman cabai keriting terluas yakni 3.036 hektare, sementara pada tahun 2020 seluas 3.055 hektare.

Diikuti Kabupaten Solok seluas 2.413 hektare, dibanding 2020 seluas 2.774 hektare. Disusul Kabupaten Tanah Datar seluas 2.126 hektare, pada tahun 2020 seluas 2.431 hektare.

Kemudian Kabupaten Lima Puluh Kota seluas 987 hektare, pada tahun 2020 seluas 789 hektare. Selanjutnya Kabupaten Pasaman Barat seluas 665 hektare, pada tahun 2020 seluas 605 hektare.

Kabupaten Solok Selatan seluas 552 hektare, pada tahun 2020 seluas 645 hektare. Kabupaten Pesisir Selatan seluas 431 hektare, pada tahun 2020 seluas 432 hektare.

Di Kabupaten Kepulauan Mentawai seluas 5 hektare, jauh menyusut dibanding 2020 seluas 21 hektare. Kabupaten Sijunjung seluas 164 hektare, pada tahun 2020 seluas 179 hektare.

Kabupaten Padang Pariaman seluas 277 hektare, Kabupaten Pasaman seluas 201 hektare dan Dharmasraya 70 hektare.

Kota Padang 45 hektare, Kota Solok 17 hektare, Sawahlunto 53 hektare, Padang Panjang 73 hektare, dan Bukittinggi 60 hektare.

Kota Payakumbuh 112 hektare dan Kota Pariaman 48 hektare. Jumlah tersebut tertuang di Sumbar dalam Angka 2022.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga cabai merah keriting (cabai keriting) masih tinggi di pasaran. Di salah satu pasar tradisional di Lubuk Begalung, Kota Padang, harga cabai keriting mencapai harga Rp 100 ribu pada Sabtu (2/7/2022).

Harga tersebut, membuat Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tabing Padang, Veronica mengeluh. Harga cabai keriting Rp 100 ribu sudah sejak dua pekan terakhir ini.

“Ingin harga normal kembali ke Rp 40 ribu. Kalau murah juga kasihan petaninya,” kata Veronica, Senin (4/7/2022).

Menurutnya, harga tersebut akan bertahan hingga Hari Raya Idul Adha nanti yang jatuh pada 10 Juli 2022 mendatang.

Diketahui, cabai keriting merupakan tanaman semusim. Menurut data Badang Pusat Statistik (BPS) Sumbar 2021, produksi cabai keriting mencapai 115.705,5 ton, jumlah ini berkurang dari tahun 2020 dengan jumlah 133.189,8 ton.

Sementara itu, jika dilihat ke daerah penghasil, Agam merupakan daerah penghasil cabai keriting terbanyak di Sumbar dengan jumlah 33.479,1 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 33.463,8 ton.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Solok dengan jumlah 25.997,4 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 32.774,5 ton.

Urutan ketiga yaitu Kabupaten Tanah Datar dengan jumlah 20.665 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 19.917,3 ton.

Urutan keempat ada Kabupaten Solok Selatan dengan jumlah 8.575,3 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 5.428,4 ton.

Posisi kelima ada Kabupaten Lima Puluh Kota dengan jumlah produksi 8.321,6 ton, jauh berkurang dibanding tahun 2020 sebanyak 19.818,7 ton.

Di daerah lain, sepeti Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 1 ton, semenenta pada tahun 2020 sebanyak 14 ton.

Pesisir Selatan sebanyak 5.513,2 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 5.505,5 ton. Kabupaten Sijunjung sebanyak 775,7 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 339,4 ton.

Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 1.681,8 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 1.667,7 ton. Kabupaten Pasaman sebanyak 762,4 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 575,9 ton.

Kabupaten Dharmasraya sebanyak 403 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 357,6 ton. Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 5.689,3 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 9.558,5 ton.

Kota Padang sebanyak 338,5 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 700,1 ton. Kota Solok sebanyak 185,3 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 75,5 ton.

Kota Sawahlunto sebanyak 1.071,9 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 724,8 ton. Kota Padang Panjang sebanyak 708,1 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 930,5 ton.

Kota Bukittinggi sebanyak 590,3 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 579,1 ton. Kota Payakumbuh dan Pariaman masing-masing sebanyak 884 dan 61,3 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 664,7 dan 53,9 ton.

Jumlah tersebut di atas tertuang dalam Sumbar Dalam Angka 2022.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.