KATASUMBAR – Pariwisata Sumatera Barat kembali menjadi sorotan usai tingginya kunjungan saat libur Lebaran. Namun di balik lonjakan wisatawan, sejumlah persoalan mendasar dinilai masih belum terselesaikan.

Pelaku pariwisata, Ian Hanifah, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di Ranah Minang masih dibayangi praktik pungutan liar (pungli), masalah kebersihan, hingga pelayanan yang belum optimal.

Ian yang merupakan founder EROTour sekaligus Wakil Ketua Bidang Promosi dan Hubungan Luar Negeri ASITA Pusat itu menyampaikan hal tersebut dalam podcast “Bukakata by Classy Media”.

“Sumbar ini belum bisa keluar dari persoalan dasar. Pungli, kebersihan, pelayanan, itu masih jadi keluhan utama wisatawan,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah kasus yang viral saat libur Lebaran lalu. Di kawasan Lembah Harau, wisatawan mengeluhkan adanya pungutan ganda saat masuk ke objek wisata. Pengunjung disebut harus membayar lebih dari satu kali untuk menikmati destinasi tersebut.

Sementara itu, di Pesisir Selatan, keluhan datang dari tarif parkir yang dinilai tidak wajar, bahkan mencapai Rp50 ribu. Selain itu, wisatawan juga mengkritik pelayanan yang kurang ramah serta harga yang dianggap terlalu mahal.

Menurut Ian, kondisi ini menunjukkan bahwa pariwisata Sumbar masih tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia yang sudah berbenah dan berkembang pesat.

Ia menilai, tren pariwisata saat ini tidak lagi hanya soal destinasi, tetapi juga pengalaman dan tema yang ditawarkan kepada wisatawan.

“Sekarang pariwisata itu sudah bicara soal experience dan tema. Daerah seperti Labuan Bajo dan Yogyakarta bisa berkembang karena mereka menawarkan konsep yang jelas,” katanya.

Ian berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat segera membenahi persoalan-persoalan mendasar tersebut agar pariwisata Sumbar mampu bersaing dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

TONTON PENJELASAN IAN HANAFIAH:

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.