KATASUMBAR – Seorang warganet meluapkan uneg-unegnya perihal upacara HUT RI ke 77 di Gunung Talang.

Pelaksanaan upacara di Gunung Talang ini merupakan kebijakan Bupati Solok, Epyardi Asda.

Sebelum melaksanakan upacara, Bupati dan rombongan harus mendaki terlebih dahulu selama 2 jam.

Kemudian, barulah di bagian puncak gunung upacara digelar bersama ASN dan THL Pemkab Solok.

Upacara berlangsung dengan khitmat kendati cuaca di bagian puncak gunung setinggi 2.957 MdPL itu dingin.

Epyardi pun menjelaskan alasannya menggelar upacara HUT RI ke 77 di Gunung Talang.

“Tujuannya agar dapat menghayati bagaimana perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan,” katanya.

Dalam rilis yang ditulis oleh Humas Pemkab Solok, 18 Agustus 2022 kemarin, upacara ini diklaim dihadiri oleh 10.500 orang.

Namun alih-alih mendapatkan simpati, aksi Epy ini malah dicemooh oleh warganet.

Cemoohan tersebut dituliskan oleh salah seorang warganet dengan akun Instagram @rizkyuli*****.

Akun tersebut menyindir aksi sang Bupati tersebut malah menciderai kelestarian alam gunung.

CEK KONTEN LENGKAPNYA DISINI

Sebab, upacara tersebut membuat sampah malah berterbaran-begitu katanya dalam tulisan yang ditujukan langsung untuk Bupati Solok itu.

Cemoohan yang ditulis dan diunggah akun itu pun kemudian viral dan diunggah oleh banyak akun Citizen Journalism.

Selain itu, unggahan seputar aksi Bupati Solok ini juga telah mendapat 200 lebih tanda suka dan 30 an komentar.

Berikut Isi Tulisannya

TALANG FASHION WEEK

Kepada Bapak Bupati Solok

Namaku Mawar, bukan skandal pelacuran online, tapi honorer di kabupaten tercinta ini. Sedang terbaring di rumah setelah tadi sore selesai turun gunung.

Seindie-indienya lagu indie, takkan pernah mendapatkan kata pantas jika diputar di gunung pakai pengeras suara.

Mau sedih, tapi ini pemerintah. Mau maklum, tapi ini gunung.

Kabarnya ada surat perintah dari pemda untuk lembaga, instansi dan institusi agar wajib mengikuti upacara di gunung.

Om dan tante dari pemerintahan merayakan kemerdekaan.

Joget pargoy pakai lagu koplo dari speaker seharga 30 ribu beli di tokopedia.

Jelas mereka gak biasa naik gunung, karena mereka cuma pakai baju berlogo pemda dan tas hadiah diklat bertuliskan Kementrian bla bla bla yang pasti gak aman dan nyaman.

Pakai sepatu converse KW yang solnya mulai tipis dan licin.

Mengambil seribu foto berpose sambil menggepal tangan, seolah menunjukkan semangat juang untuk diupload ke facebook berjudul “Sobat FB, Edisi Upacara Gunung Talang. Merdeka”

Mulut mereka tertawa, tapi badan kesakitan. Mau gimana lagi? Ikut beli perlengkapan gunung yang aman? Gaji 1 bulan saya aja gak cukup buat itu.

Belum lagi cicilan motor belum lunas biar terlihat keren. kalau ke kantor. Gaji saya kecil di pemerintahan.

Dengan kaki merah berdarah mereka berjalan. Menyanyi dan berkelakar menghibur diri berharap sakit di punggung berkurang.

Andai saja mereka tau kalau naik gunung lebih enak pakai Rubicon plat merah BA 1 dari pada jalan kaki.

Dan banyak juga anak-anak muda pakai baju casual flashsale shopee.

Seolah sedang dalam acara “Talang Fashion Week”. Meneriakkan nasionalisme di tiktok dan instastory. Persetan kenyamanan, yang penting konten.

Sudah benar saya gak usah naik gunung lagi kalau hanya akan mendapat sedih.

Nanti dulu ngomongin edelweis yang sudah pasti bakal banyak dipetik paksa. Mending omongin apa sih tujuan upacara masal di gunung? Promosi wisata? Ta*.

Mending urus wisata lain yang gak terlalu laku. Seperti Bukik Cinangkiak misalnya.

Persetan naik gunung cari kenyamanan, sepuluh ribu orang memecahkan rekor MURI merayakan kemerdekaan karena ingin masuk TV.

Meliput pecinta alam yang sedang merusak alam.

Persetan ketenangan, lagu Danilla dan Payung Teduh sudah diremix DJ koplo. Di bawa ke gunung, diputar sekeras kerasnya.

Persetan lestari, sampah menggunung di gunung

Mau heran, tapi ini bapak bupati. Mau cuek, tapi sedih. Mau bersuara, tapi ini bukan urusan saya.

Mau diam, tapi gak ada yang mau bersuara. Karena mereka lebih pilih nurut dari pada dimutasi. Atau mungkin sedikit menjilat biar naik jabatan wkwk.

Ini tulisan gak beraturan. Mau nulis lebih dalam, takut hilang. Dan kalau hilang tentu kita tau iní kerjaan siapa.

Jadi ga usah dibaca. Karena nulis sambil marah.

Ah, ta**

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.