KATASUMBAR- Wakil Bupati Pasaman, Parulian Dalimunthe, meninjau langsung warga terdampak banjir bandang di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Sabtu (19/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga sekaligus melihat langsung kerusakan dan dampak yang ditimbulkan akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat (18/9/2026) malam.

“Salah satunya untuk melihat kerusakan dan memastikan dampak yang diakibatkan oleh bencana ini,” kata Parulian.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mengambil langkah penanganan dengan tetap berkoordinasi bersama Pemerintah Nagari dan BPBD Pasaman.

“OPD terkait untuk segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk penanganan selanjutnya dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Nagari dan BPBD,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Parulian juga menyerahkan bantuan logistik dan sembako untuk warga terdampak.

Ia meminta seluruh pihak terus menjaga koordinasi dan komunikasi, terutama dalam proses pencarian warga yang masih dilaporkan hilang.

“Tetap jalin koordinasi dan komunikasi dan lanjutkan pencarian orang hilang bersama tim yang telah terbentuk yaitu BPBD, Basarnas, TNI Polri, pemerintah nagari dan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman, Mardian, mengatakan banjir bandang tersebut menyebabkan 17 rumah terendam. Rinciannya, tujuh rumah berada di Kampung Parit dan 10 rumah di Tolang Dolok.

“Sementara satu rumah di Kampung Parit rusak dan tidak dapat ditempati,” ungkap Mardian kepada Katasumbar, Sabtu (19/9/2026).

Selain rumah warga, banjir juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum, lahan pertanian, kolam ikan dan jaringan air bersih.

Satu jembatan di Pasar Simpang Tonang juga mengalami kerusakan ringan akibat diterjang banjir.

Di sektor pertanian, sekitar lima hektare tanaman padi berusia dua minggu di Kampung Parit tertimbun pasir, batu dan pohon kayu berukuran besar. Kondisi tersebut membuat lahan tidak dapat ditanami kembali.

Tanaman jagung seluas sekitar 10 pancang yang berusia dua bulan juga terdampak setelah tertimbun material dan sampah yang dibawa arus banjir.

Banjir turut menghanyutkan ikan dari 12 kolam milik warga. Sebanyak 10 kolam berada di Kampung Parit, satu di Jembatan Pasar Simpang Tonang dan satu lainnya di Tolang Dolok.

Dampak lainnya terjadi pada jaringan air bersih warga Kampung Parit. Hulu sumber air bersih mengalami kerusakan berat, sementara bendungan Aek Koronok Gunung Ledang di Kampung Parit runtuh akibat diterjang banjir.

“Akibatnya, pasokan air bersih untuk warga Kampung Parit terputus,” terang Mardian.

BPBD Pasaman juga mencatat satu warga hilang dalam peristiwa tersebut. Korban merupakan warga Tolang Dolok, Jorong Tonang Raya, yang diduga terseret arus Sungai Aek Koronok di Kampung Parit.

Sementara itu, rumah milik Ndek Adit di Kampung Parit mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni. Rumah tersebut dihuni empat orang, terdiri dari kepala keluarga, istri dan dua anak.

Keluarga tersebut kini mengungsi. Selain rumah, tanaman padi dan sejumlah barang rumah tangga milik korban juga dilaporkan hanyut terbawa banjir.

Rumah warga lainnya, milik Ndek Yoga di kawasan Jembatan Pasar Simpang Tonang, juga terdampak. Bagian teras rumah tersebut runtuh dan hanyut diterjang banjir.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.