KATASUMBAR – Pemerhati Pendidikan Bukittinggi, Dr. (H.C.) Drs. Gusrizal Dt Salubuak Basa mengaku kaget mendengar Universitas Fort de Kock Bukittinggi akan pindah kampus ke Agam.
Menurutnya, jika itu terjadi Kota Bukittinggi akan mengalami kerugian besar.
“Agam akan untung mendapat sesuatu yang berharga, namun bagi Bukittinggi suatu kerugian besar,” ujar Gusrizal, Selasa 16 Mei 2023.
Kerugian pertama menurutnya adalah masalah ekonomi warga sekitar di lingkungan kampus.
Ia mencontohkan, dulu salah satu perguruan tinggi yang berpusat di kawasan Garegeh Bukittinggi, pindah ke kawasan Kubang Putih Agam.
Saat berpusat di Garegeh, menurutnya perekonomian warga sekitar ikut bangkit. Kedai-kedai dan usaha kos-an mahasiswa sangat bergairah.
Namun setelah kampus itu pindah ke Agam, perekonomian warga sekitar kampus di Garegeh itu menurutnya ikut terdampak.
Gusrizal memprediksi, jika kampus Universitas Fort de Kock akan pindah, maka akan terjadi lagi permasalahan yang sama.
“Pasti, perekonomian warga sekitar ikut terdampak,” ujarnya.
Selain faktor ekonomi, menurut Gusrizal, Bukittinggi juga akan rugi dari sektor pendidikannya sendiri.
“Bukittinggi rohnya itu pendidikan. Pendidikan Bukittinggi sudah terkenal. Lahirnya Universitas Andalas, universitas negeri pertama di Sumbar, cikal bakalnya lahir di Bukittinggi,” katanya.
Universitas Fort de Kock menurutnya berbeda dengan Universitas Negeri padang (UNP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) dan sejumlah universitas lainnya yang ada di Bukittinggi.
“UNP di Bukittinggi itu pusatnya di Padang, UM Sumbar juga. Nah ini, Universitas Fort de Kock lahirnya di Bukittinggi, pusatnya di Bukittinggi. Ibaratnya, anak kandungnya Bukittinggi. Harusnya ini jadi perhatian,” katanya.
Gusrizal juga menyebut, potensi pendidikan ke depan sangatlah bagus.
“Bukittinggi ini kota kecil, tidak ada industri di kota ini, maka sektor pendidikan ini justru yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Jadi dengan adanya rencana pindah UFdK ini ke Agam, maka Bukittinggi akan rugi besar,’ ujarnya.
“Apabila tidak hati-hati menyikapi hal ini, di mata dunia pendidikan pemerintah di anggap menzalimi dunia pendidikan,” sambung Gusrizal.
Menurutnya, dunia pendidikan perlu diselamatkan, Bahkan sebagai pengajar di Australia, Gusrizal juga mengaku selalu mempromosikan pendidikan dan mengangkat pendidikan Bukittinggi.
Ia menilai Universitas Fort de Kock sangat kuat di bidang kesehatan, dan telah menjadi rujukan dari beberapa perguruan tinggi.
“Itu menandakan, perguruan tinggi ini dapat perhatian serius dari mitra universitas yang lain,” katanya.
Gusrizal melanjutkan, Pemerintah Kota Bukittinggi harus mengambil sikap positif terkait masalah ini, apalagi Ia mendapat kabar jika perguruan tinggi ini tidak harmonis dengan pemerintah kota.
“Saya tidak tau banyak tentang hukum. Namun sedikit yang saya tau, tentang persoalan kedua kubu, secara hukum perguruan tinggi ini sudah memenangkan gugatan hukum dari tingkat kota sampai ke MA. Saya tidak tau apa bahasa hukumnya, namun dari media yang dapat dibaca, boleh dikatakan sulit dan hampir tidak ada celah bagi PemKot untuk memenangkan perkara ini,” katanya.
“Oleh sebab itu, sebagai Pengamat Pendidikan, saya hanya berharap dan menginginkan adanya win win solution untuk menyelesaikan persoalan ini, dan saya tidak ingin pendidikan tinggi di Bukittinggi ada persimpangan,” pungkasnya.
Baca berita sebelumnya : Universitas Fort de Kock Bukittinggi Berencana Pindah Kampus ke Agam
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


