KATASUMBAR – Warga Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Agam melaksanakan penyembelihan hewan kurban, Rabu 27 Mei 2026.
Prosesi ini dimulai sejak pagi hari dan melibatkan banyak masyarakat. Uniknya, Jorong Sitingkai tetap mempertahan tradisi lama yang disebut Manampuang.
Tradisi Manampuang adalah pembagian daging kurban tanpa kupon. Manampuang dalam Bahasa Indonesia disebut Menampung.
Sistemnya, panitia membagikan langsung daging kurban ke dalam plastik yang telah disediakan warga. Warna plastiknya pun seragam.
Warga masing-masing menunggu plastiknya terisi daging kurban. Hitungan pembagiannya per jiwa, bukan per KK atau per rumah, sehingga dinilai lebih adil.
Pemandangannya tampak epik, lebih dari seribuan warga berbaris rapi di pinggir jalan, menunggu plastiknya terisi daging kurban.
“Tradisi ini sudah lama dilakukan, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan tetap kita pertahankan dari tahun ke tahun,” jelas salah satu warga, Heru Nofriandi.
Heru mengatakan, khusus tahun ini, ada sebanyak tujuh ekor sapi yang disembelih pada Idul Adha 2026 ini.
Sementara, Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya mengatakan seluruh warga tumpah ruah menyaksikan prosesi ini.
Bahkan, kata Wali Nagari, yang hadir menyaksikan, juga ada yang datang dari kampung sebelah.
“Ini luar biasa. Lewat tradisi ini bisa lihat prinsip keadilan, nilai kebersamaan dan gotong royong. Tentu kita amat bangga,” ujarnya.
Tradisi Manampuang menjadi bukti kearifan lokal warga di Sitingkai. Pemandangan seribuan warga berbaris menunggu giliran mendapat daging kurban ini sudah sangat viral terutama di media sosial.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

