KATASUMBAR – Tumpukkan sampah kiriman dari hulu sungai Banda Bakali semakin menggunung di Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat. Hal itu disebabkan karena hujan deras yang mengguyur Padang sejak Sabtu, 9 Januari 2021 lalu.

Tampak di lokasi, tumpukkan sampah tersebut menggunung di ujung Muaro Lasak, tepatnya di dekat jembatan yang menghubungkan Muaro Lasak dan Cimpago, Kecamatan Padang Barat.

Sementara di sisi Utaranya, tumpukkan sampah yang terdiri dari sampah plastik dan tumbuh-tumbuhan ini terlihat sudah semakin dekat dengan lapak-lapak pedagang.

Selain kotor, pemandangan tumpukkan sampah ini juga mengeluarkan bau busuk sehingga menganggu kenyamanan pengunjung Muaro Lasak.

Kondisi juga diperburuk dengan terganggunya aktifitas nelayan. Ujang, salah seorang nelayan Muaro Lasak mengatakan, dia dan 7 orang rekannya memilih tidak ke laut sebab jalur keluar sampannya tertutup sampah.

“Sampan tidak bisa keluar sebab tumpukkan sampahnya tinggi sekali,” katanya. Apalagi, sebut dia, dengan kondisi seperti ini nelayan juga susah mendapatkan ikan.

“Sampah dan cuaca seperti ini adalah mimpi buruk bagi kami nelayan yang mencari ikan di perairan sekitar pantai. Sebab arus sungai, cuaca buruk, dan sampah bikin ikan menjauh ke tengah,” jelas Ujang.

Ujang berharap, pemerintah segera bertindak untuk membersihkan pantai. Pasalnya, sampah-sampah ini menganggu sektor perekonomian masyarakat.

“Terserah saja apa tindakan pemerintah, yang penting bisa mengatasi masalah sampah ini,” ucap dia. Lantas, untuk sementara waktu, ujarnya, Ujang dan koleganya memilih untuk jadi tukang parkir.

“Ya lumayan lah hasilnya daripada kosong. Setidaknya cukup untuk makan keluarga dan beli rokok,” pungkasnya kemudian.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.