KATASUMBAR – Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat mencatat penggunaan QRIS mencapai 8.299.587 volume transaksi di tahun 2023.

Sementara untuk penambahan pengguna baru selama 2023 sebanyak 308.185.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat, Endang Kurnia Saputra mengatakan pengguna QRIS tahun 2023 naik sebesar 154 persen.

“Hal itu merupakan hasil kerja keras Bank Indonesia dan bank umum yang menggnakan sistem pembayaran non tunai.”

“Hal ini juga hasil kerjasasama dengan 26 bank umum dan 2 non perbankan. Untuk tahun 2024 ini, BI menargetkan 12 juta pengguna,” katanya.

Ia mengatakan, untuk tahun 2024, pihaknya menargetkan 12.332.920 transaksi dan 147.045 pengguna baru.

Untuk pengguna QRIS di Sumbar banyak di dominasi oleh masyarakat dari Kota Bukittinggi dan Kota Padang.

“Masyarakat dari dua kota tersebut menyumbang 50 persen pengguna QRIS. Jika digabungkan, mereka menyumbang tujuh juta volume transaksi.

Kemudian 50 persen lainnya di sumbangkan oleh pendatang/wisatawan yang masuk ke Sumbar.

“Mulai dari dalam dan luar negeri, misalnya belanja songket, oleh-oleh yang banyak menyumbang ini,” jelasnya.

Adang menambahkan, untuk target 2024, tantangan yang di hadapi dalam penggunaan QRIS yakni pada kasir-kasir di toko dan di warung yang inginnya di bayar dengan uang tunai.

“Kadang-kadang maunya tunai seperti di warung atau toko. Mereka maunya di bayar tunai.”

“Ini tantangan terberatnya bagi Bank Indonesia dan bank lainnya mengedukasi tenaga kasir dalam melakukan pembayaran. Pada umumnya mereka di tawari, baru mau di bayar QRIS,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Dandy Indarto Seno mengatakan, untuk tahun 2024, pihaknya fokus pada volume transaksi yakni peningkatan sosialisasi QRIS sehingga pembayarannya non tunai.

“Sehingga masyarakat menggunakan QRIS bukan uang tunai, agar volumenya di naikkan menjadi 12 juta,” paparnya.

Disisi lain, kendala yang membuat masyarakat malas menggunakan QRIS karena jaringan dan banyak yang menilai pembayaran pakai QRIS di kenai cas harga, padahal tidak.

“Untuk transaksi di bawah 100 ribu tidak di kenakan biaya administrasi,” paparnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.