KATASUMBAR – Jelang datangnya Bulan Suci Ramadan, di daerah Sumatera Barat ada tradisi yang disebut dengan Balimau. Balimau merupakan salah satu tradisi mandi menggunakan jeruk, baik untuk pencuci rambut ataupun berfungsi sebagai sabun bagi badan.

Balimau juga sebagai salah satu ajang menjalin silaturahmi antar warga di kampung halaman dengan perantau yang pulang.  Walaupun masih tetap dilaksanakan setiap tahunnya, namun kegiatan ini masih mengalami pro kontra setiap tahunnya. Hal ini karena pelaksanaan Balimau telah mengalami pergeseran nilai.

Pemangku adat, Yulizal Yunus Datuk Rajo Bagindo mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun memasuki Ramadan. Tradisi ini di antaranya terdapat di Indrapura,  di Lunang Mandeh Rubiah, Pesisir Selatan dan daerah Limapuluh Kota.

Tradisi ini diselenggarakan petang besoknya puasa (sehari jelang pelaksanaan puasa). “Secara adat dan syara’ konten dan tujuannya silaturrahmi. Secara adat dan agama dalam keluarga mamak/ datuk penghulu serta sumando manyumando dan sumadan manyumandan,” jelasnya.

Tujuan Balimau

Dalam kegiatan itu, semua siap menyambut Ramadan mubarak, marhaban ya Ramadan ibarat kedatangan tamu agung dan keluarga tercinta semuanya itu.

Tujuan kegiatan ini membersihkan diri, mengharumkan badan dan akhlak, saling bermaafan dan mushafahah serta berdoa, semoga Allah SWT membersihkan semua dari dosa.

“Namun saat ini, kegiatan ini sudah mengalami pergeseran nilai. Balimau hari ini lebih diartikan dengan pergi bermain ke lokasi wisata, kemudian kembali saat Tarawih pertama telah dilaksanakan. Artinya ini menyalahi ajaran agama,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Guru Besar Ilmu Fiqih UIN Imam Bonjol Padang, Assasriwarni. “Dalam menghadapi Bulan Suci Ramadan, setiap kita suci dari dosa dan perbuatan yang tak elok. Dan tradisi Balimau tidak ada dalam Islam, namun dalam tradisi Minangkabau itu diekspresikan sebagai bentuk kebahagiaan dan kegembiraan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan,” katanya saat dihubungi di Padang, Senin, 12 April 2021.

Ia mengatakan, Balimau sebagai salah satu cara mensucikan diri dalam Islam. “Bersuci itu disuruh dalam Islam. Makanya kita membersihkan diri sebelum datangnya Ramadan. Membersihkan diri itu selain diri sendiri, bisa juga dengan membersihkan rumah, lingkungan tempat tinggal, gotong royong bersama di masjid/musala, dll,” tuturnya.

Namun hari ini, tradisi Balimau itu mengalami pergeseran nilai dari yang dilakukan terdahulu. “Jika dahulu balimau tetap dilaksanakan di rumah masing-masing atau di pincuran yang memisahkan laki-laki dan perempuan, hari ini seperti bercampur di sebuah lubuk,” jelasnya.

Assasriwarni menyebut, dalam satu hadist Nabi Muhammad SAW disebutkan, orang yang bergembira dengan datangnya Ramadan, walaupun ia meninggal dunia dan belum sempat berpuasa, maka ia akan masuk surga.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.