KATASUMBAR – Mahasiswa Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi menolak undangan dialog dari Pemko Bukittinggi.

Pemko Bukittinggi sendiri mengundang mahasiswa untuk berdialog dengan wali kota pada Jumat 14 Juli 2023 siang di Balaikota Bukittinggi.

Menurut Presiden Mahasiswa UFDK Bukittinggi Akbar Miftahul Rizki, ada beberapa poin yang membuat mahasiswa keberatan memenuhi undangan itu.

Hal yang pertama menurutnya, yang bersengketa itu adalah Yayasan Fort de Kock Bukittinggi dengan Pemko Bukittinggi, sementara mahasiswa adalah pihak yang terdampak akibat sengketa.

Sementara pihak pemko sendiri hanya mengundang mahasiswa tanpa mengundang pihak yayasan.

Menurutnya, jika ada itikad baik dari pemko untuk berdialog, harus sekalian mengundang pihak yayasan, sehingga bisa jelas duduk perkaranya.

Poin selanjutnya menurut Akbar adalah telah inkrahnya sengketa tersebut di tingkat Mahkamah Agung yang dimenangkan oleh Yayasan Fort de Kock.

“Kami minta kepada Pemko, patuhilah putusan Mahkamah Agung itu. Serahkan sertifikat tanahnya kepada Pak Syafri, biar perkara cepat selesai dan kami bisa belajar dengan tenang,” jelasnya, Jumat 14 Juli 2023.

Jika Pemko tidak mematuhi putusan tersebut dan membuat permasalahan ini terus berlanjut, menurutnya akan ada unjuk rasa jilid dua ke Pemko Bukittinggi.

“Kami akan bawa massa lebih banyak lagi,” tegasnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.