KATASUMBAR – Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru mulai menampakkan hasil. Namun sayangnya, Provinsi Riau lebih dulu melakukan ujicoba operasional.

Pembangunan jalan tol ini diketahui bermula di Padang. Momentum peletakkan batu pertamanya bahkan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo 2018 lalu.

Namun, pembangunan yang dimulai dari Sumatera Barat itu ternyata kalah cepat dari Riau.

Buktinya kini ruas jalan yang menjadi gugusan tol Padang-Pekanbaru untuk seksi Pekanbaru-Bangkinang rampung lebih cepat.

Ruas jalan yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan jalur lintas Sumatera itu diketahui bakal segera diujicoba.

Uji coba diketahui bakal dimulai pada Kamis (26/10) mendatang. Pembukaan akses jalan ini bahkan telah disosialisasikan.

“Secara resmi tanggal 27 pagi jam 07.00 WIB akan dibuka jalan tol (ruas Pekanbaru-Bangkinang),” kata Pj Bupati Kampar, Kamsol.

Masyarakat pun bisa menikmati fasilitas jalan bebas hambatan ini secara gratis.

Masyarakat gratis menggunakan tol sebut Kamsol selama dua atau tiga pekan mendatang. Sisanya, akan berbayar.

Ia menjelaskan, untuk tarif perkilometernya, masyarakat dibebankan biaya sekitar Rp1000. Sedangkan panjang tol tersebut sekitar 31 kilometer.

“Tol Pekanbaru – Bangkinang ada sekitar 31 kilo, tambah pajak mungkin sekitar Rp35.000-an lah yang kita bayarkan untuk memasuki tol. Itu berlaku setelah uji coba ini,” ungkapnya.

Saat ini, untuk seksi pembangunan yang dimulai dari Riau, ia menjelaskan pembangunan terbaru fokus pada seksi Bangkinang-Pangkalan.

BACA BERITA TENTANG TOL PADANG-PEKANBARU LAINNYA DISINI

Terkait dengan itu, segala permasalahan tol Bangkinang-Pangkalan dapat selesai dalam waktu dekat.

“Jadi tol Pekanbaru-Bangkinang (beroperasi), Bangkinang-Pangkalan semoga cepat selesai. Tinggal kita menunggu dari Sumbar saja,” ungkapnya.

Nasib Seksi Tol Padang-Sicincin

Berbeda dengan seksi pembangunan jalan tol di Provinsi Riau, proses pembangunan di Sumbar malah terkesan lambat.

Sebab, selama 4 tahun, belum ada tanda-tanda ruas jalan itu bisa digunakan oleh pengendara. Bahkan sempat terhenti lantaran masalah lahan.

Gubernur Mahyeldi bahkan sudah menyurati Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk melanjutkan pembangunan.

Menurut informasi, saat ini pembebasan lahan seksi Padang-Sicincin sudah mencapai 81,16 persen.

Dari jumlah yang sudah bebas tersebut diperkirakan sudah dapat dibangun sepanjang 20 kilometer.

Sedangkan sisanya sekitar 18 persen lebih tuntas hinggal Desember 2022.

“Kita sudah memasukkan surat resmi meminta Mentri PU PR memerintahkan kelanjutan pembangunan dan langsung ditanggapi,” ujarnya.

Dari 81 persen lahan yang telah berhasil dibebaskan itu ada sekitar 20 km yang berada dalam satu hamparan.

Kemudian idak tersebar dalam titik-titik terpisah seperti sebelumnya, sehingga kontraktor sudah bisa bekerja.

“Kita sampaikan untuk sisanya 18 persen lebih lahan akan selesai dibebaskan pada Desember 2022,” katanya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.