KATASUMBAR — Tim Psychosocial Support Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumatera Barat) melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak korban banjir di dua lokasi terdampak, yakni Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang dan Sakayan Paku, Nagari Anduriang, Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM bertajuk “Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Psychological First Aid: Pendampingan Trauma Healing bagi Korban Banjir di Sumatera Barat” yang didukung pendanaannya oleh Ditjen Risbang Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta dilaksanakan selama 24–28 Desember 2025.
Di Kampung Lapai, kegiatan dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kelurahan yang saat ini menjadi tempat pengungsian warga.
Puluhan anak mengikuti berbagai aktivitas trauma healing seperti menggambar, permainan relaksasi, dan permainan edukatif sederhana dengan pendampingan langsung dari orang tua.
Suasana hangat dan penuh keceriaan tercipta, di tengah kondisi warga yang masih harus tinggal di pengungsian karena rumah mereka tidak dapat ditempati akibat kerusakan parah dan hilangnya harta benda yang hanyut terbawa banjir.
Selain pendampingan psikososial, tim PKM UM Sumatera Barat juga menyalurkan bantuan berupa meja belajar dan makanan bergizi kepada anak-anak di Kampung Lapai.
Bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh orang tua, mengingat banyak perlengkapan rumah tangga dan alat belajar anak yang hilang akibat banjir.
Sementara itu, di Sakayan Paku, Padang Pariaman, tim PKM menjangkau wilayah yang tergolong terpencil dan jarang didatangi relawan karena berada di ujung nagari dengan akses jalan buntu. Wilayah ini terdampak banjir bandang dan longsoran tanah yang datang secara cepat, menyebabkan beberapa rumah hanyut dan warga terpaksa mengungsi.
Kehadiran tim PKM UM Sumatera Barat disambut antusias oleh warga, dengan anak-anak datang berbondong-bondong ke lokasi kegiatan bersama orang tua mereka. Di Sakayan Paku, anak-anak mengikuti kegiatan menggambar, permainan relaksasi, dan permainan kelompok yang dirancang untuk membantu mereka mengekspresikan emosi serta mengurangi ketakutan pascabencana.
Tim juga membagikan makanan bergizi kepada anak-anak sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Salah seorang warga Lapai, Elvina, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Menurutnya, sejak banjir melanda, banyak anak yang terlihat murung dan takut setiap kali hujan turun.
“Kami di sini memang masih trauma, apalagi anak-anak. Kalau hujan sedikit saja, mereka sudah gelisah. Dengan adanya kegiatan dari UM Sumbar ini, anak-anak bisa tertawa lagi, berkumpul, dan lupa sebentar dengan kejadian kemarin. Kami sebagai orang tua juga ikut lebih tenang karena merasa tidak sendirian”, ujarnya.
Tim PKM UM Sumatera Barat terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Agama Islam terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Pendekatan Psychological First Aid digunakan sebagai metode utama untuk menghadirkan rasa aman, menenangkan emosi, serta memperkuat ketahanan psikologis anak dan keluarga terdampak.
Melalui kegiatan di Kampung Lapai dan Sakayan Paku ini, UM Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat pada situasi darurat kemanusiaan.
Dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia memungkinkan program ini menjangkau wilayah perkotaan hingga daerah terpencil, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemulihan psikologis dan penguatan resiliensi komunitas pascabencana.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


