KATASUMBAR – Ledakan di lokasi pertambangan Kota Sawahlunto kembali terjadi. Kali ini peristiwa itu terjadi di Talawi, Jumat (9/12).
Pada peristiwa tersebut, 9 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara 1 orang lainnya masih hilang.
Menurut informasi, ledakan tambang ini persisnya terjadi di Lubang SD 2/Lori 2.
Dugaannya, peristiwa ini dipicu akibat tingginya kadar gas metana atau Hidrokarbon (CH4).
Dilansir dari situs minerba.esdm.go.id, tingginya kadar gas metana yang bercampur dengan karbon monoksida, bisa menimbulkan ledakan fatal.
Ledakan bisa terjadi bila dipicu percikan api, meskipun dengan intensitias kecil.
Cukup api rokok atau percikan api akibat gesekan baling bor, bisa menimbulkan ledakan.
Gas ini tak berbau dan tak berasa sehingga perlu penanganan khusus. Jika ceroboh menanganinya, maka akan berakibat fatal.
Berdasarkan penelusuran Katasumbar, peristiwa ledakan tambang di Kota Sawahlunto terbilang sudah sering terjadi.
Menurut catatan, setidaknya ledakan tambang yang terjadi pada Jumat ini adalah yang keempat kalinya.
Serta merupakan peristiwa kedua yang terjadi di kawasan Parambahan, Talawi.
Bahkan menurut catatan, ada peristiwa ledakan yang sampai merenggut puluhan nyawa pekerja.
Katasumbar-pun sudah menghimpun deretan peristiwa ledakan tambang tersebut. Berikut daftarnya:
Tambang Bukik Cigak
Ledakan tambang pertama kali terjadi di Bukik Cigak pada 16 Juni 2009 silam.
Masih di Kecamatan Talawi, ledakan ini tercatat merupakan yang terbesar lantaran merenggut puluhan nyawa.
Menurut catatan, sebanyak 31 dari 45 orang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia pada peristiwa yang terjadi pada pagi hari itu.
Pekerja tambang yang dikelola oleh CV Perdana, diduga meninggal karena semburan gas metan yang keluar dari lokasi tambang.
Mereka yang meninggal terperangkap di dalam goa tambang dalam waktu yang cukup lama.
Tambang Parambahan
Ledakan di tambang Desa Parambanan ini terjadi pada 2014 silam. Ini merupakan tambang rakyat yang terletak di antara dua desa.
Adapun tambang tersebut berada di antara Desa Parambahan dan Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi.
Namun, ledakan kedua ini tak separah peristiwa pertama. Sebab jumlah korban jiwa hanya 4 orang.
Tambang Salak
Peristiwa ketiga terjadi pada 2016 silam, tepatnya pada 28 Juni. Kala itu, tambang milik PT NAL meledak di kedalaman.
Akibatnya, 5 orang pekerja meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka bakar.
Di sisi lain, ini juga merupakan kejadian pertama ledakan tambang PT NAL sebelum kemudian disusul oleh kejadian pada 9 Desember 2022.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


