KATASUMBAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mencurigai tindakan polisi saat penangkapan HP, warga Sungai Asam.

HP sendiri dibekuk petugas atas kasus dugaan pengedaran narkoba di Sungai Asam, Padang Pariaman, Senin (14/3) lalu.

Kecurigaan ini diperkuat dengan kondisi yang dialami HP yang penuh luka saat diketahui meninggal dunia pada keesokan harinya, Selasa (15/3).

Hal ini diungkapkan oleh Kuasa Hukum keluarga HP dari LBH Padang, Adrizal.

Ia mengatakan, dugaan pemukulan ini adalah satu dari sekian banyak kejanggalan dalam penangkapan HP.

Adapun kejanggalan tersebut kata dia, bermula dari awal penangkapan HP yang dinilai disengaja oleh polisi.

Sebab ia menduga penangkapan HP ini berdasarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepolisian.

“Kejanggalan ini kami peroleh dari hasil investigasi kami,” katanya pada Katasumbar, Rabu (23/3).

“Kami menduga penangkapan ini bermula dari hal-hal yang disengaja oleh polisi,” imbuhnya.

“Sebab pihak keluarga tidak menerima surat penangkapan atas HP. Jadi kami duga ini OTT,” tambahnya kemudian.

Apalagi menurut dia, berdasarkan keterangan keluarga, HP saat digiring tidak ada luka di tubuhnya.

Kondisi ini jauh berbeda dengan kondisi tubuh HP begitu diketahui sudah tidak bernyawa.

Kemudian, Adri menjelaskan kejanggalan yang paling krusial adalah perihal kabar kematian HP.

Pihak keluarga, sebutnya, pertama kali mendapatkan kabar kematian HP bukan dari polisi, melainkan dari orang lain.

“Harusnya polisi mengabari pihak keluarga begitu HP kritis, tapi ini tidak ada,” paparnya.

Korban Terjatuh Saat Kabur

Dugaan Adri jauh berbeda dengan pengakuan Kasat Narkoba Polres Padang Pariaman, AKP Ahmad Ramadhan.

Dalam sebuah wawancara dengan Padang TV, Ahmad mengaku bahwa saat kabur, HP sempat terjatuh.

“Tersangka kabur melewati jalan kecil yang berliku dengan kondisi tangan terborgol,” katanya.

“Saat kabur, tersangka terjatuh,” ujarnya.

Saat terjatuh itu lah, kata Ahmad korban mengalami luka. Sedangkan ia tidak merinci perihal penyebab kematian HP.

“Kami minta maaf yang sebesar-besarnya pada keluarga karena ini kejadian di luar prediksi kami,” tukas Ahmad.

Terkait dengan hal demikian, LBH Padang pun mendesak Komnas HAM Sumbar untuk ikut menginvestigasi kasus ini.

Tujuannya menurut Adri demi terwujudnya keterbukaan dalam penetapan kepastian hukum.

“Selain itu kami juga mendesak agar kasus ini ditangani oleh Polda Sumbar demi tegaknya proporsionalitas,” pungkas Adri.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.