KATASUMBAR – Berbisnis di bidang bahan bakar minyak atau SPBU merupakan hal yang sangat menguntungkan.
Terlebih lagi di 2022 ini, rasanya setiap orang pasti membutuhkan karena kendaraan semakin banyak.
Dalam berbisnis SPBU, ada beberapa skema yang diterapkan. Salah satu skema yang diminati adalah DODO.
DODO merupakan singkatan dari Dealer Owned Dealer Operated. Skema ini berarti pembeli kemitraan cukup menyediakan tempat dan modal untuk membeli perlengkapan SPBU.
Dilansir dari instagram @pengusahaumkm yang merepost dari @santaracoid, Senin 15 Agustus 2022, SPBU dibagi dalam 2 kategori.
Kategori pertama adalah SPBU Konvensional yang tangki BBM tertanam di tanah. Sementara, yang kedua adalah SPBU Modular, tangki BBM ada di luar dengan ukuran besar.
Berikut perkiraan biaya investasi dari kedua tipe SPBU itu.
1. SPBU Konvensional
- Siapkan area seluas 1200-2000 meter persegi
- Biaya Investasi antara Rp 5 – 7 Miliar
- Kapasitas Volume 10 – 12 KL/Hari
- Estimasi pengunjung 400 hingga 600 kendaraan perhari.
2. SPBU Modular
- Siapkan tempat usaha seluas 1000 -1300 meter persegi
- Biaya Investasi antara Rp 1 – 1,5 Miliar
- Kapasitas volume 4 – 6 KL/Hari
- Estimasi kendaraan 150 – 200 kendaraan perhari.
Kemudian, perkiraan omzet yang bisa diperoleh sekitar Rp 40 hingga 45 juta perhari atau Rp 1,3 Miliar perbulan. Nilai yang sangat menggiurkan tentunya.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


