KATASUMBAR – Sejumlah mahasiswa asal Sumatera Barat ternyata terdampak gempa yang menggoyang sejumlah kawasan Turki beberapa waktu lalu.
Guncangan lindu pada Senin (6/2) dinihari waktu setempat tersebut membuat bangunan rubuh dan ribuan nyawa melayang.
Namun beruntung, sejumlah mahasiswa Sumbar yang ada di Turki selamat dari bencana tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh mahasiswa asal Padang, Lulu Nisa Amali yang berkuliah di Sivas Cumhuriyet Üniversitesi.
Saat dihubungi Katasumbar, Lulu mengaku, guncangan gempa tersebut terasa hingga ke daerah yang ia tempati, yakni Kota Sivas.
“Getarannya sampai kesini, hanya saja bangunan disini tidak ada yang roboh. Jadi insyaallah aman,” katanya pada Katasumbar, Rabu (8/2) sore WIB.
Saat gempa mengguncang Kota Sivas, Lulu mengaku sempat panik, dan berusaha menyelamatkan diri ke lantai dasar asrama yang ia tempati.
“Saya bersama mahasiswa Indonesia lainnya langsung menyelamatkan diri.”
“Sebagian dari WNI yang disini ada yang menangis,” ungkapnya.
Namun karena bangunan asrama yang mereka tempati aman, maka Lulu dan mahasiswa lainnya kembali ke kamar masing-masing.
“Saya sudah memberi kabar ke orang tua kalau saya aman. Kawan-kawan yang dari Sumbar lainnya yang ada disini juga begitu,” beber Lulu.
Berdasarkan informasi dari Lulu, di Kota Sivas sendiri, ada 3 orang mahasiswa asal Sumbar.
“Pertama saya dari Padang, kemudian ada dua orang lainnya yang sepantaran saya yang berasal dari Bukittinggi dan Batusangkar.”
“Alhamdulillah kita semua disini aman,” tegasnya.
Mengungsi ke KBRI Ankara
Senada dengan Lulu, mahasiswa asal Sumbar lainnya, Rahmi juga mengungkapkan hal demikian.
Hanya saja, Rahmi yang menetap di Kota Bartin tersebut tidak merasakan guncangan hebat dari lindu.
“Alhamdulillah getarannya tidak sampai kesini, karena memang jaraknya jauh,” ungkap Rahmi saat dihubungi Katasumbar.
Kendati aman, Rahmi mengaku khawatir dengan kondisi mahasiswa Sumbar yang ada di pusat gempa, yakni di kawasan Kahramanmaras.
“Ada dua orang kerabat kami disana. Dua-duanya adalah alumni Kauman Padang Panjang.”
“Saya khawatir, karena gempa ini mengguncang saat dinihari,” papar dia.
Ia mengungkapkan, dirinya juga sempat kehilangan kontak dengan mahasiswa asal Sumbar di kota tersebut.
“Tapi alhamdulillah mereka selamat, sekarang mereka sudah diungsikan ke KBRI di Ankara,” ungkapnya.
“Kini saya dan Lulu harus waspada dengan ancaman gempa susulan. Semoga saja kami tidak terdampak,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


